Home »

DIY

» Bantul

Nilai Kepatuhan Pemkab Bantul Terendah Se-DIY

Wilayah DIY yang notabene diisi oleh kaum terpelajar dan berbudaya istimewa ternyata sisi standar pelayanan publik masih belum maksimal.

Nilai Kepatuhan Pemkab Bantul Terendah Se-DIY
internet
pemkab bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Anggota DPRD Bantul Fraksi PKS, Setiya merespon hasil survei Ombudsman Republik Indonesia (ORI) yang menyatakan Pemda DIY meraih nilai kepatuhan sedang dan Kabupaten Bantul menjadi yang terendah.

Secara terbuka, Setiya mengaku terkejut atas hasil survei tersebut.

Pandangan Setiya, wilayah DIY yang notabene diisi oleh kaum terpelajar dan berbudaya istimewa ternyata sisi standar pelayanan publik masih belum maksimal.

"Data ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi Pemda untuk melakukan peningkatan standar layanan publik," kata Setiya, Jumat (8/12/2017).

Selain itu di tingkat DPRD, hasil survei ini juga akan menjadi semacam bahan pengawasan karena sesungguhnya fungsi pemerintah daerah dan jajaran birokrasi hakekatnya adalah pelayan masyarakat.

Paradigma ini harus secara utuh dimiliki.

Seperti seorang PNS yang seharusnya menjadi abdi negara.

Prinsip ini perlu diperdalam karena menjadi satu dari beberapa dasar penting dalam upaya abdi negara dalam melayani masyarakat.

Apalagi mereka digaji dari anggaran negara dan APBD jika di tingkat daerah.

Besaran gaji pegawai masih pada kisaran 50% dari total belanja APBD.

Ini artinya anggaran untuk gaji pegawai sangat besar.

Sedangkan APBD sendiri sebenarnya juga berasal dari pajak dan retribusi yang berasal dari rakyat.

"Singkatnya, yang menggaji pegawai negara sebenarnya adalah rakyat, Jadi sudah semestinya meraka memberikan layanan secara maksimal," kata Setiya.

Selain perihal paradigma pelayanan ini, Setiya memandang bahwa mulai saat ini harus dibiasakan adanya jalur aduan atas kinerja pegawai.

Utamanya yang langsung berhubungan dengan layanan publik agar penyampaian aduan benar-benar difasilitasi pemerintah agar kinerja pelayanan publik menjadi lebih baik. (*)

Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help