TribunJogja/

Warung Jadul di Temanggung, Melayani Pelanggan Sejak Zaman Jepang

Tempatnya memang kecil dan sederhana, namun tak di sangka warung ini sudah ada sejak tiga generasi lebih atau hampir kurang lebih 180 tahun.

Warung Jadul di Temanggung, Melayani Pelanggan Sejak Zaman Jepang
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Para pelanggan saat bercengkrama di Warung Jadul Temanggung di Keluragan Jampirejo, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (7/12/2017). 

Semuanya dimasak sendiri oleh Siti Sukastiah.

"Semua masakan masih sama seperti saat nenek saya membuatnya, resep diajarkan secara turun temurun hingga ke saya," ujarnya.

Pelanggan dari Warung Jadul ini mulai dari tukang becak, tentara sampai para pejabat tinggi.

Pelanggannya pun bahkan banyak yang sudah berusia tua, namun masih tetap datang berkunjung dan makan di Warung ini.

"Dahulu bahkan tentara jepang sering datang makan di sini. Ada dua yang masuk di warung, sementara dua lainnya berjaga. Dahulu orang jawa kalau makan disini tidak boleh tanduk atau nambah, dilarang sama Jepang, makanya orang jawa kurus-kurus sampai sekarang," kenang Siti.

Siti kini mengelola warung ini dibantu dengan anak keduanya.

Sementara satu anaknya bekerja di Kalimantan.

Suaminya, Moertopo sudah meninggal sejak tahun 2008 silam.

Untuk masak memasak, dua orang pegawai siap membantunya.

Kendati sudah tua, dirinya masih berniat mengurus warung Jadul ini.

Warung ini pun akan diteruskan kepada anaknya.

Menurutnya, warung ini sudah menjadi warisan budaya kuliner yang wajib dilestarikan.

"Sampai tidak kuat lagi, saya akan mengurus warung ini. Anak saya amanahkan untuk melanjutkan usaha keluarga yang sudah ada sejak generasi ke generasi. Jangan sampai putus, karena warung ini juga adalah bagian dari sejarah dan warisan budaya," ujarnya.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help