TribunJogja/

Warung Jadul di Temanggung, Melayani Pelanggan Sejak Zaman Jepang

Tempatnya memang kecil dan sederhana, namun tak di sangka warung ini sudah ada sejak tiga generasi lebih atau hampir kurang lebih 180 tahun.

Warung Jadul di Temanggung, Melayani Pelanggan Sejak Zaman Jepang
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Para pelanggan saat bercengkrama di Warung Jadul Temanggung di Keluragan Jampirejo, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (7/12/2017). 

Warung Jadul ini memang unik, dan jadul.

Mulai dari bangunannya yang sudah berdiri sejak sebelum zaman penjajahan Jepang.

Semua sudut bangunan masih asli dan tak pernah dilakukan perubahan.

Perabotan seperti bangku panjang yang ada di dalam warung juga bahkan masih asli, terbuat dari kayu jati berusia ratusan tahun.

Kemudian pernak-pernik warung, seperti puluhan toples model lama, bening dan memiliki jendul di atasnya masih terpajang, untuk menyimpan makanan.

"Bangku yang diduduki belum pernah diganti, kayu jati tinggalan jepang. Sampai jungkat jungkit tapi masih bisa dipakai. Bangunan ini juga sama seperti dahulu sewaktu nenek saya meninggalinya 180 tahun silam, tidak pernah ditambahi atau dirubah sedikitpun," ujar Siti.

Dari makanannya pun masih sama dengan resep warisan keluarga dari generasi ke generasi.

Mulai dari sayur kobis, sayur tongkol, ayam opor, gudeg, tahu.

Minumannya, teh gula jawa, kopi gula jawa dan minuman tradisional lainnya.

Masakannya pun dimasak tanpa memakai mecin, atau penguat rasa, atau bahan-bahan tambahan lainnya.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help