TribunJogja/
Home »

DIY

Banjir dan Longsor DIY

Total Kerugian dan Kerusakan Akibat Bencana di DIY Capai Rp 200 Miliar

Kerusakan terparah akibat dampak siklon tropis Cempaka ini ada di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul.

Total Kerugian dan Kerusakan Akibat Bencana di DIY Capai Rp 200 Miliar
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Nourma Handito
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Total kerugian dan kerusakan akibat cuaca ekstrem di seluruh DIY dampak dari siklon tropis Cempaka sudah diketahui.

Sekertaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi mengatakan total kerugian dan kerusakan mencapai Rp 200 miliar.

"Kerugian tidak hanya fisik, ya artinya seseorang tidak bisa kerja itu juga kerugian, tapi ini banyak kerusakan, 200 miliar," kata Gatot di kantornya, Kamis (7/12/2017).

Menurut Gatot, kerusakan terparah akibat dampak siklon tropis Cempaka ini ada di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul.

Kerusakan terbanyak di bidang infrastruktur seperti jalan, talud dan jembatan.

Gatot mengatakan pihaknya sudah memerintahkan kerusakan tersebut untuk dipilah dan bisa diketahui mana yang harus segera dikerjakan karena darurat dan mana yang melewati proses rekontruksi.

Menurutnya untuk proses rekonstruksi juga perlu membutuhkan waktu dan anggaran.

"Infrastruktur butuh waktu menyelesaikan, artinya bikin talud, jembatan tidak ujuk ujuk bangun. (langsung dibangun)," kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD DIY ini.

Sementara untuk kerusakan rumah penduduk, dikatakan Gatot, jika lokasi tersebut ternyata berada di lokasi yang rawan bencana maka bisa direlokasi.

Namun skema merelokasi dan membangun kembali ini tidak masuk dalam skema kedaruratan dan akan ada skema tersendiri dan hal ini belum digodok.

Sedangkan untuk kerusakan sawah, sebenarnya untuk sawah yang terkena puso bisa mendapatkan penggantian dari Kementerian Pertanian namun menurut Gatot persyaratan cukup panjang.

"Kalau yang sifatnya rusak ya tunggu kering. Kalau yang rusak infrastruktur irigasi pemerintah yang memperbaiki, tapi kalau sawah ya masyarakat, bersama-sama," kata Gatot.

Melihat jumlah kerusakan yang besar dan keterbatasan anggaran, menurutnya komunikasi dengan Pemerintah Pusat sudah dilakukan.

Nantinya komunikasi dengan pusat juga akan dilakukan pada saat Presiden RI meninjau lokasi bencana, seperti diketahui direncanakan Presiden Joko Widodo akan mengunjungi Gunungkidul pada Sabtu (9/12/2017) akhir pekan ini.

"Saya yakin pak Presiden respon untuk membantu ini semua," kata Gatot.(*)

Penulis: dnh
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help