TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Banjir dan Longsor DIY

Susah Payah Menabung 6 Bulan, Uang Persalinan Warga Bantul Ini Ikut Tersapu Banjir

Uang tersebut adalah hasil menyisihkan jatah belanja yang ia terima dari Ngajiono dari laba berjualan pisang.

Susah Payah Menabung 6 Bulan, Uang Persalinan Warga Bantul Ini Ikut Tersapu Banjir
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Suprihatin, warga Pengkol, Sriharjo, Imogiri, Bantul menjemur buku-buku milik anaknya yang basah terkena banjir, Kamis (7/12/2017). 

"Saya malah tidak tahu kalau ada uang di bawah kasur, niat saya yang penting menaruh kasur di atas lemari supaya tidak basah kena air banjir kemarin," kata Ngajiono.

Istri Ngajiono, Suprihatin mengatakan ia sengaja menaruh uang di bawah kasur.

Jumlahnya sekitar Rp 6 juta.

Uang tersebut adalah hasil menyisihkan jatah belanja yang ia terima dari Ngajiono dari laba berjualan pisang.

"Pokoknya sisa Rp 5 ribu atau Rp 10 ribu tiap hari selalu saya sisihkan," kata Suprihatin.

Sedianya, uang tersebut menjadi dana simpanan yang sengaja disiapkan Suprihatin sebagai tambahan biaya untuk kelahiran cucu pertamanya.

Anak Suprihatin yang pertama bernama Lusmainawati ternyata sedang hamil tua.

Sudah enam bulan Suprihatin mengumpulkan uang tersebut.

Suprihatin pasrah, ketika uang untuk berjaga-jaga proses persalinan cucu pertamanya raib karena banjir.

Ia dan Ngajiono kini sedang mengupayakan agar mendapat ganti uang Rp 6 juta yang hilang tersebut.

Meski tak sampai Rp 6 juta karena tinggal akhir Januari nanti perkiraan kelahiran.

"Tidak apa-apa yang penting kami berusaha dulu, kalau tidak cukup ya pinjam sana-sini, mau gimana lagi, saya selalu berharap ada bantuan pemerintah pasca banjir kemarin apapun bentuk dan berapapun nilainya, karena kami kehilangan banyak harta benda kemarin," kata Ngajiono. (*)

Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help