TribunJogja/
Home »

DIY

Soal Bandara, Sekda DIY : Hargai Waga yang Sudah Berkorban dan Bersedia Pindah

Rumah yang dirobohkan adalah yang sudah dikosongkan oleh pemiliknya, bahkan yang sudah milik Angkasa Pura namun masih ditempati tidak dirobohkan.

Soal Bandara, Sekda DIY : Hargai Waga yang Sudah Berkorban dan Bersedia Pindah
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Nourma Handito
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proses land clearing lokasi calon Bandara Kulonprogo terhambat akibat masih adanya penolakan dan masih ada warga yang bertahan di rumah mereka.

Project Manager New Yogyakarta International Airport (NYIA), Sujiastono berharap, warga yang masih bertahan bisa mengosongkan rumahnya.

Ditemui seusai bertemu dengan Sekda DIY, Gatot Saptadi, Sujiastono mengatakan pihaknya tetap akan melakukan upaya persuasif.

Pihaknya juga membantah jika ada pemaksaan dengan penggusuran seperti yang tersebar di media sosial.

Karena rumah yang dirobohkan adalah yang sudah tidak ditempati dan penghuninya sudah bersedia mengosongkan.

"Apa yang di medsos, pemaksaan penggusuran atau kemudian apa itu tidak ada. Saya sudah sampaikan di Ombudsman tidak ada pemaksaan, bahkan yang semestinya sudah bisa dirobohkan sepanjang masih ada orang kita tidak robohkan, sampai sekarang kita tidak robohkan," katanya, Kamis (7/12/2017).

"Saya harapkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menghasut warga memprovokasi warga itu saya harapkan menghentikan, karena apa merugikan masyarakat, kasihan masyarakat," lanjutnya.

Lebih lanjut menurutnya, bagi warga yang masih bertahan di rumahnya justru akan mempersulit dirinya sendiri dan jika terjadi apa-apa siapa yang akan bertanggungjawab.

Adapun saat ini masih ada 28 rumah yang warganya masih menolak.

"Kenapa saya minta segera keluar karena nanti ada proyek mereka akan sulit sendiri, tetangga sudah tidak ada, listrik mati, terus itu ada sampah pohon yang kita robohkan, nanti kita takutnya itu jadi penyakit, nanti kalau panas menjadi debu, siapa yang bertanggung jawab, Pemda pun mungkin tidak mau bertanggung jawab, karena itu kesalahan mereka sendiri," katanya.

Halaman
123
Penulis: dnh
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help