TribunJogja/

Melihat Perempuan dari Masa ke Masa di Pameran Temporer Sonobudoyo 2017

Museum Sonobudoyo menggelar Pameran Temporer Sonobudoyo 2017, bertempat di Eks Gedung KONI

Melihat Perempuan dari Masa ke Masa di Pameran Temporer Sonobudoyo 2017
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Salah satu ruangan Pameran Temporer Sonobudoyo 2017 bertempat di Eks Gedung KONI, Kamis (7/12/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Museum Sonobudoyo menggelar Pameran Temporer Sonobudoyo 2017, bertempat di Eks Gedung KONI, Kamis (7/12/2017).

Pameran ini bertajuk Pengilon Kisah Perempuan Dalam Solang Budaya.

Pengilon merupakan Bahasa Jawa yang artinya cermin.

Dalam tradisi Jawa, perempuan menempati ruang domestik sehingga dikenal istilah macak, masak, manak.

Seksi Bimbingan Informasi dan Preparasi Museum Sonobudoyo, Dwi Agung Hernanto, menuturkan ide ini berawal dari diskusi kurator yang mengacu naskah di Sonobudoyo berkaitan dengan kehidupan perempuan di masa lalu yaitu masak, macak, manak.

"Perempuan tidak cuma masak macak manak, sekarang perempuan bisa di semua bidang," ujarnya Kamis (7/12/2017).

Di ruang domestik, sesungguhnya perempuan memiliki kuasa dan menentukan posisi publik.

Modernitas telah membawa perempuan keluar dari ruang domestik untuk menuju ruang publik.

Ia menambahkan, pameran ini menceritakan tentang manusia pada abad 18 bahwa perempuan mempunyai cara sendiri untuk tetap eksis.

Halaman
12
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help