TribunJogja/
Home »

DIY

Jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Kapolda DIY Siap Berantas Premanisme dan Kenakalan Remaja

Cipta kondisi harus digelar di DIY, lantaran Polda DIY mencermati kemunculan kembali sejumlah aksi kriminalitas di tengah masyarakat.

Jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Kapolda DIY Siap Berantas Premanisme dan Kenakalan Remaja
tribunjogja/kurniatul hidayah
Kapolda DIY Brigjend Polisi Ahmad Dofiri 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sesuai arahan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian untuk melaksanakan operasi penangkapan pelaku kejahatan konvensional dan jalanan jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Kapolda DIY Brigjend Pol Ahmad Dofiri, menyatakan kesiapannya.

Dijumpai usai memimpin jalannya sertijab pejabat utama dan Kapolres di lingkungan Polda DIY, di Gedung Serbaguna Mapolda setempat, Kamis (7/12/2017), Dofiri mengungkapkan, ia menerima langsung arahan itu, saat mengikuti rapat khusus di Mabes Polri beberapa waktu lalu.

"Dalam rapat persiapan khusus di Mabes lalu, Kapolri sudah me-warning kita semua, supaya perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, harus dijamin dari sisi keamanan, entah itu dari gangguan terorisme, di sektor lalu lintas, kebutuhan pokok, objek wisata dan lain-lain," katanya.

Dofiri berujar, yang terpenting, Kapolri menginginkan, agar tempat-tempat publik yang nantinya bakal dipadati oleh masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman, atau berlibur, semisal stasiun, terminal dan bandara, bisa dibersihkan dari segala aksi premanisme.

"Itu yang terpenting, terutama di tempat publik. Pemberantasan premanisme memang jadi atensi beliau. Entah itu copet, calo, harus dihilangkan, agar masyarakat yang akan mudik dan berlibur menggunakan jalur umum, bisa tetap merasa nyaman. Nanti akan kita sisir," ujarnya.

Dofiri menyadari, arahan tersebut, memang bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Indonesia, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.

Di samping itu, ia juga mengimbau kepada para pemudik, untuk memperhatikan keselamatan selama di perjalanan.

"Walaupun pergerakan transportasinya tidak sebesar seperti saat Idul Fitri, tapi ini tetap libur panjang. Masyarakat yang mudik, harus selalu perhatikan keselamatan selama perjalanan. Kalau gunakan kendaraan pribadi, ya dicek dulu sebelum berangkat," ucapnya.

Lebih lanjut, Dofiri menuturkan, Operasi Lilin yang digelar untuk mendukung proses pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, memang baru dimulai pada 22 Desember.

Namun, khusus wilayah hukum Polda DIY, saat ini sudah dilangsungkan cipta kondisi.

Imbuh Kapolda, cipta kondisi harus digelar, khususnya di wilayah DIY, lantaran pihaknya mencermati kemunculan kembali sejumlah aksi kriminalitas di tengah masyarakat, yang dinilai bisa mengancam kondusifitas jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 mendatang.

"Khusus wilayah DIY, kita cermati, sekarang timbul lagi perkelahian pelajar, kemudian apa yang disebut klitih, penjambretan, penodongan, hingga penganiayaan di malam hari. Ini yang menjadi fokus perhatian kita," tandasnya.

Menurut Dofiri, sampai sejauh ini, kegiatan-kegiatan yang dumaksudkan untuk menekan angka kenakalan remaja, senantiasa dilakukan jajarannya.

Hal tersebut, tambahnya, terbukti dari rangkaian penangkapan, terhadap kelompok yang disinyalir hendak melakukan tawuran, baik di Polres kota maupun kabupaten.

"Intinya, cipta kondisi jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, tapi sudah kami lakukan sejak jauh-jauh hari. Ini jadi fokus. Mereka yang coba-coba tawuran antar kelompok di malam hari, kita amankan, terutama yang kedapatan membawa sajam. Ini sangat meresahkan masyarakat," pungkasnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help