Hadapi Warga Penolak Bandara NYIA, Pemkab Kulonprogo Temui Jalan Buntu

Pemkab meminta PT Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa pembangunan untuk menjalankan pekerjaan lain di luar petak lahan yang masih dihuni warga.

Hadapi Warga Penolak Bandara NYIA, Pemkab Kulonprogo Temui Jalan Buntu
TRIBUNJOGJA.com / Hasan Sakri
Sejumlah warga menunggui rumah milik warga yang menolak bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) saat berlangsung proses pembersihan pohon dan bangunan di Temon, Kulonprogo, DI Yogyakarta, Selasa (5/11/2017). Saat ini sedang berlangsung proses pengosongan bangunan yang telah kosong dan ditargetkan pada bulan Desember ini proses pengosongan telah tuntas termasuk untuk rumah-rumah warga yang menolak dan masih ditempati. 

Hal ini membuat warga akan terisolir dan menyulitkan diri mereka sendiri.

Di sisi lain, sikap mereka untuk bertahan justru berpotensi mengganggu proses belajar anak-anaknya mengingat aliran listrik sudah terputus.

"Tidak ada listrik, belajar tidak bisa. Sebetulnya ya kembali ke orangtuanya, konsekuensinya seperti itu (kalau terus menolak). Kita akan koordinasikan lagi permasalahan ini dengan AP I dan kepolisian," kata Astungkara.

Sementara itu, niat Asisten II Sekretariat Daerah Kulonprogo, Triyono untuk beranjangsana menemui warga penolak berakhir kecut.

Warga bersangkutan tak mau menemuinya yang saat itu datang bersama Plt Kepala Satpol PP, Duana Heru dan beberapa staf. 

Triyono dan rombongan justru ditemui oleh sekelompok aktivis yang berdiam diri di rumah warga tersebut.

Triyono lantas membatalkan niatnya dan pulang tanpa hasil setelah sempat berdebat dengan para aktivis itu.

"Saya ditanya oleh mereka, Pemkab datang mau ngapain? Saya jawab, ini kan warga saya dan saya ingin ketemu. Tapi setelah itu datang beberapa aktivis lain dan cendeurng menghalangi kami untuk bertemu pemilik rumah. Kami ngga bisa apa-apa dan langsung pulang sebelum sempat ketemu yang punya rumah," kata dia.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help