TribunJogja/

Begini Kesaksian Warga Soal Pilot yang Kedapatan Nyabu Bareng Wanita di Hotel

Pilot pesawat Lion Air JT 924 berinisial MS itu ditangkap di kamar T‑more Hotel Kupang, Nusa Tenggara Timur, sekitar pukul 21.20 Wita

Begini Kesaksian Warga Soal Pilot yang Kedapatan Nyabu Bareng Wanita di Hotel
ISTIMEWA
Pilot Lion Air, MS dan teman wanitanya saat ditangkap di Hotel T-More Kupang, Senin (4/12/2017) malam 

Ia menceritakan bahwa warga terkejut atas penangkapan tersebut karena MS dikenal ramah dan dermawan.

"Udah, kemarin banyak wartawan di sini. Yo kaget, baik soalnya orangnya," ungkap warga tersebut tenang.

Seorang pemuda mengungkapkan bahwa pada saat kejadian, warga sempat menonton bareng di warung belakang rumah MS. Menurutnya, setelah kejadian disekitar rumah tersebut tampak sepi.

"Kayaknya sepi-sepi bae ya abis kejadian, biasanya mah rame (warga)," ungkap warga tersebut.

Menurut warga tersebut, rumah itu ditempati oleh keluarga MS. MS diketahui memiliki dua orang anak.

Keduanya masih berusia sekolah. Anak pertamanya tengah duduk di bangku SMA dan anak keduanya di bangku SD. Selain keluarga, MS memiliki tiga orang asisten rumah tangga. Seorang di antaranya dipekerjakan sebagai pengasuh anjing peliharaan MS.

"Anjingnya gede-gede, tiap pagi pasti diajak jalan-jalan. Ngajak jalan-jalan anjing kan lama, bisa sejam paling nggak," ungkap salah satu warga.

Rumah bertingkat dua tersebut berukuran sekitar seratus puluh meter persegi dengan cat tembok pagar berwarna hijau tosca.

Namun hanya bagian depan saja yang memiliki lantai 2. Rumah tersebut menempati dua kapling tanah yang dikelilingi pagar tembok, besi, dan kayu.

Tinggi tembok pagar tersebut berukuran sekitar satu setengah meter. Pagar besi di depan rumah tertutup rapat. Sementara pagar di sisi kiri belakang rumah terbuat dari kayu bercat hitam dengan tinggi yang sama dan panjang sekitar dua meter.

Pintu pagar yang lebih besar di sampingnya terbuat dari kayu bercat hijau kuning dengan atap genteng tanah liat. Tinggi pintu gerbang belakang tersebut sekitar dua setengah meter.

Di depannya terdapat dua pot tanaman besar berdaun lebar. Sebuah kaca di belakang rumah tersebut tampak pecah.

Di bagian belakang rumah terdapat sepuluh kaca berukuran sekitar satu kali dua meter dengan tanda silang besar dari cat berwarna kuning.

Sebuah mobil sedan hitam terparkir. Terdapat sebuah lampu neon di atas pintu kaca dalam keadaan menyala meski siang hari.
Menurut seorang warga, tempat berdinding kaca di belakang rumah tersebut niatnya ingin dijadikan kios air mineral isi ulang.

"Oh itu mau dijadiin tempat air isi ulang," ungkap warga.

Dari luar terdengar suara gonggongan anjing dari pekarangan rumah. Dari luar tampak sebuah tulisan "KETUA RT. 005/009" tertempel di depan pintu rumah. Pintu rumah tersebut tampak terbuat dari kayu berwarna gelap.

Di pekarangan belakang rumah terdapat sebuah pohon mangga berukuran besar dengan daun anggrek yang menempel di dahannya.

Lingkungan belakang rumah MS tampak lebih ramai. Terdapat beberapa kios pedagang makanan di sekitarnya. Sementara di bagian depan rumah hanya terdapat jalan dan sebuah sungai kecil yang membatasi wilayah administrasi Tangerang Selatan dengan Kota Tangerang.

Membetulkan Jalan Rusak

Salah seorang warga menceritakan bahwa MS sempat membetulkan jalan umum yang rusak di sekitar rumahnya lebih dari setahun lalu.

"Itu yang ngeplur (menambal jalan dengan semen) kan dia. Harusnya kan yang punya ruko, tapi karena yang punya ruko pelit, ya dia yang betulin (MS)" ungkap warga tersebut.

Jalan yang dibetulkan dengan semen tersebut memiliki lebar sekitar dua meter dan panjang dua ratus meter. Letaknya berada samping dan depan ruko yang terletak di belakang rumah MS.

Menurut warga, ruko tersebut bukan dimiliki MS, melainkan salah satu warga perumahan Japos Graha Lestari.

Ruko di seberang halaman belakang rumah MS terdiri dari lima buah ruko berdempetan. Ruko tersebut antara lain toko kelontong, laundri kiloan, dan sisanya dalam keadaan tertutup. Terdapat tulisan "Toko ini dikontrakan".

Ketua RW 009 Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Dalimun juga mengatakan bahwa MS dikenal kerap menyumbangkan uangnya untuk kegiatan sosial baik di lingkungan perumahan maupun di sekitar perumahan.

Selain memperbaiki jalan, MS juga sempat menjadi donatur utama dalam pembangunan lapangan bulu tangkis dan musala di kampung yang berbatasan langsung dengan perumahan.

"Yang jelas yang saya tahu, seperti dia mbangun lapangan badminton di seberang, di kampung sebelah dia donatur utamanya. Kalau untuk mushola juga dia sangat baik partisipasinya," ungkap Dalimun di rumahnya yang terletak sekitar 150 meter dari rumah MS.

Menurut Dalimun, karena kedermawanan dan keaktifan MS dan PP di masyarakatlah yang menyebabkan dia dan warga terkejut akan peristiwa penangkapan MS di Kupang.

"Saya sediri terkejut, warga secara umum terkejut. Tapi namanya krang, sebaik-baiknya orang pasti ada juga yang nggak suka," kata Dalimun yang sudah menjabat tiga periode sebagai RW di situ. Dalimun merasa prihatin atas peristiwa tersebut.
Di akhir perbincangan Dalimun sempat mempertanyakan kejelasan nasib MS.

"Itu kalo udah kena kasus begitu apa karirnya hancur selama-lamanya ya? Karena kan udah di blow up media di seluiruh Indonesia, kasian," ungkap Dalimun.

Sebelumnya diberitakan seorang pilot penerbangan sipil ditangkap anggota Satnarkoba Polres Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur, Senin(4/12/2017).

Pilot pesawat Lion Air JT 924 berinisial MS itu ditangkap di kamar T‑more Hotel Kupang, Nusa Tenggara Timur, sekitar pukul 21.20 Wita.

MS diduga menggunakan narkoba jenis sabu, saat ditangkap, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 0,3 gram.

Seorang wanita cantik ikut diamankan saat penangkapan sang pilot. Wanita yang belum diketahui identitasnya itu diduga sudah bersuami.

Keduanya difoto saat masih berada di kamar hotel tempat kejadian perkara.

MS memakai baju kaos oblong warna biru dengan bagian dada tertulis 'Iron Maiden' dipadu jeans.

Memakai kaos lengan pendek membuat tato di lengan kirinya terekspose.

Pria yang tinggal di RT 005 RW 009 Kelurahan Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang tersebut merupakan pilot senior.

Sedangkan si wanita memakai baju hijau dipadu jeans hitam. Setelah diamankan, MS dan teman wanitanya digelandang ke Mapolres Kupang Kota.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules A Abast mengatakan polisi telah memeriksa urine MS, pilot senior Lion Air yang ditangkap di salah satu hotel di Kupang.

Hasilnya, urine MS positif mengandung narkotika.

"Diduga telah mengonsumsi narkotika jenis sabu dan terdapat sisa narkotika yang belum dikonsumsi seberat sekitar 0,57 mg," ujarnya.

Sejumlah barang bukti disita dalam penangkapan itu, seperti 1 bong, 4 sedotan, 2 pemantik, 1 ponsel genggam, dan 1 botol minuman keras merek Black Label yang telah dikonsumsi.

"Untuk tersangka MS saat ini telah diamankan di Polres Kupang Kota," ucapnya.

Ramaditya Handoko, Corporate Communication Lion Air Group mengatakan manajemen Lion Air mengucapkan terima kasih kepada BNN dan pihak Kepolisian yang terus melakukan pemberantasan pengedaran dan penggunaan narkoba.

Lion sangat mendukung termasuk pemberantasan penggunaan di kalangan awak pesawat.

"Manajemen Lion Air melakukan pengecekan urine awak pesawat setiap pagi pada penerbangan perdana mereka sesuai ketentuan. Khusus untuk pilot juga dilakukan tes kesehatan setiap 6 bulan sekali," kata Rama.

Penerbang yang diduga tersebut adalah pilot senior yang telah bekerja di lion air sejak tahun 2014 dan mempunyai catatan kesehatan, serta sikap dan perilaku yang baik.

Jika yang bersangkutan terbukti sebagai pengguna maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perusahaan termasuk pemberhentian sebagai pegawai.

"Tentunya kami akan pecat," tegas Rama. (*)

Editor: mon
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help