TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Artotel Hotel Yogya Gandeng Kurator Heri Pemad dan 6 Seniman Lokal

Diharapkan, dirinya mampu memberikan kesan seni yang dekat dan sangat khas dari karya seni seniman dan kreativitas di Yogyakarta

Artotel Hotel Yogya Gandeng Kurator Heri Pemad dan 6 Seniman Lokal
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan
Salah satu artwork seniman asal Magelang, Uji Hahan, yang mengusung tema legenda Gunung Tidar di lobby Artotel Hotel 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pendiri sekaligus penggagas Art-Jog, Heri Pemad, ditunjuk oleh Artotel Hotel untuk menjadi kurator dalam proses perancangan formulasi seni dan gaya hidup kontemporer yang representatif di hotel ini.

Pemilihan Heri Pemad bukan tanpa alasan, selain memang pengalamannya dalam dunia seni cukup banyak, dirinya dirasa cukup mampu membaca aspek historis, sosial dan seni budaya di Yogyakarta itu sendiri.

Sehingga diharapkan, dirinya mampu memberikan kesan seni yang dekat dan sangat khas dari karya seni seniman dan kreativitas di Yogyakarta.

"Jika Artotel dianalogikan sebagai platform maka platform (seni -red) di Yogya sudah seharusnya menjadi berbeda," ujar Heri Pemad.

Heri Pemad didampingi oleh tim Artotel Project Series (APS) memilih dan menentukan 6 seniman yang diajak berkarya di Artotel Hotel sebagai platform karya ini.

Enam seniman terpilih tersebut antara lain Fathoni Makturodi, Soni Irawan, Apri Kusbiantoro, Uji Hahan, Ronald Aprian serta kolaborasi seniman 'Tempa Studio'.

Dalam kesempatan ini para seniman menggunakan nilai filosofis dalam setiap karya yang ditampilkan di hotel tersebut.

Fathoni Makturodi sendiri mengusung artwork yang terinspirasi dari legenda Roro Jonggrang, putri yang meminta 1001 candi dalam waktu semalam.

Karya Fathoni ini tersaji di lantai 9 dengan permainan warna monokrom.

Soni irawan mengambil karya yang berangkat dari seni jalanan sehingga menggabungkan karya seni lukisan, grafiti dan typhography.

Sementara Apri Kusbiantoro yang merupakan komikus senior Yogyakarta memilih mengambil konsep punakawan sebagai karya seninya.

Uji Hahan yang akrab disapa Hahan ini mengambil konsep paduan nuansa pop dan urban yang mengambil karya tentang legenda Gunung Tidar.

Ronald Aprian, seniman yang terkenal dengan karakter visual berupa flora fauna ini mengambil tema cerita rakyat dibeberapa daerah

Sementara itu kolaborasi seniman 'Tempa' yaitu gabungan seniman Rara dan Putud yang terkenal dengan seni gabungan antara seni dengan desain grafis ini memilih Dewi Sri sebagai dewi kesuburan yang menjadi konsep karya seninya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help