TribunJogja/

Ahok Masuk Jajaran Pemikir Top Dunia 2017

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama masuk daftar bergengsi “Top Global Thinkers 2017”

Ahok Masuk Jajaran Pemikir Top Dunia 2017
CNN Indonesia/Safir Makki, Pool
Gubenur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok mengikuti persidangan perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Selasa (13/12/2016). Ahok diajukan ke pengadilan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukannya dalam sebuah acara di Kepulauan Seribu beberapa waktu silam. TRIBUNNEWS/CNN Indonesia/Safir Makki/Pool 

TRIBUNJOGJA.com, SINGAPURA - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama masuk daftar bergengsi “Top Global Thinkers 2017” versi majalah ternama Foreign Policy.

Pria yang kerap disapa Ahok itu bergabung dengan tokoh-tokoh dunia ternama.

Mereka antara lain Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Pemimpin Oposisi Inggris Jeremy Corbyn, Senator California sekaligus capres potensial AS di 2020 Kamala Harris, The Silence Breakers, para perempuan penggerak gerakan fenomenal #MeToo, serta nama ternama lainnya di daftar yang dirilis awal pekan ini.

Tercatat, ada 48 tokoh yang dinilai sebagai sosok yang mendefinisikan tahun 2017 dengan kontribusi menonjol yang membentuk pemikiran dunia.

Ahok menjadi satu-satunya tokoh Indonesia yang berada dalam daftar tersebut.

Seorang minoritas ganda

Ahok, menurut editor Foreign Policy, Benjamin Soloway, digambarkan sebagai ikon yang berdiri tegak melawan meningkatnya hantu fundamentalis di Indonesia.

Pria beretnis Tionghoa dan beragama Kristen Protestan itu berlidah sangat tajam di negara dengan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia. Ahok disebut bukan tipikal politisi biasa Indonesia.

Mulai dari momen ketika mantan Bupati Belitung Timur itu menginjakkan kaki di Balai Kota Jakarta 2012, Ahok sudah diprediksi akan menjadi sosok yang mengundang polarisasi.

Pada awalnya, latar belakangnya sebagai seorang minoritas ganda tidak menjadi masalah. Namun, tubrukan dengan kaum konservatif Islam akhirnya tidak bisa terbendung.

Setelah blundernya di Kepulauan Seribu, karier politik Ahok berakhir. Namun, Ahok menjadi simbol penting dari pluralisme yang sedang tersudut di Indonesia.

Majalah Foreign Policy menyebut, hal yang mencengangkan adalah ketika Ahok, sebagai seorang minoritas ganda ditambah dengan gaya bahasanya yang impulsif, dapat melangkah begitu jauh di kancah politik Indonesia.

Hanya dalam waktu tiga tahun, karier politik suami Veronica Purnama ini melesat bagaikan meteor. Dari seorang anggota DPR Bangka Belitung menjadi Gubernur DKI Jakarta, ibu kota Indonesia. (*)

Berita ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Ahok Masuk Jajaran "Para Pemikir Dunia"

Editor: mon
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help