TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Karakter Pra-Letusan Merapi Telah Berubah

Fakta tidak adanya titik api diam dan pembentukan kubah lava baru pada 2010 ini fenomena baru.

Karakter Pra-Letusan Merapi Telah Berubah
@bpptkg
kawah merapi_1805_2 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pertumbuhan kubah lava baru dan munculnya titik api diam selama bertahun-tahun diyakini jadi indikator erupsi Gunung Merapi (2.930 mdpl).

Namun keyakinan itu dihapuskan fakta letusan eksplosif 2010 yang menghancurkan sumbat lava hasil erupsi 2006.

Merapi meletus tanpa menyertakan dua indikasi tadi.

Catatan dan peringatan ini disampaikan Dr Agus Budi Santoso, Kepala Seksi Merapi BPPTKG pada seri diskusi GeoHazard di aula BPPTKG Yogyakarta, Rabu (6/12/2017).

Selain Agus Budi, tampil menyampaikan materi Dr Christina W, Earth Observatory of Singapore dan Ir Cristophe Brunet, Institute de Physique du Globe de Paris, Prancis.

Diskusi diikuti Kepala BPBD Jawa Tengah dan perwakilan BPBD di DIY dan Jateng.

Menurut Agus Budi, fakta tidak adanya titik api diam dan pembentukan kubah lava baru pada 2010 ini fenomena baru.

Baca: KRB III Termasuk Kawasan Stategis Nasional Gunung Merapi

"Polanya berubah dibanding beberapa letusan sebelumnya. Ini menunjukkan pemahaman kita tentang Merapi belumlah lengkap," kata Agus Budi.

"Sebelum-sebelumnya, kita menganggap letusan Merapi harus didahului gejala manisfestasi permukaan, yaitu kemunculan titik api diam dan terbentuknya kubah lava baru," lanjut Agus.

Halaman
12
Penulis: xna
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help