TribunJogja/
Home »

Jawa

Tangkal Hoax, Warga Kedungsari Bentuk Kampung Baca

Kampung baca ini dibentuk atas swadaya masyarakat yang diorganisir oleh Pimpinan Ranting Aisyiah Kedungsari.

Tangkal Hoax, Warga Kedungsari Bentuk Kampung Baca
TRIBUNJOGJA.com / Rendika Ferri
Warga dan anak-anak tengah membaca di taman baca di Kampung Baca Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Selasa (5/12/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Laju perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat membawa sisi positif namun juga menimbulkan berbagai dampak negatif.

Satu di antaranya adalah berita bohong atau hoax.

Masyarakat pun diajak untuk gemar membaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan yang luas untuk menangkal berita bohong atau hoax yang beredar luas dan menimbulkan keresahan.

Satu di antaranya membuat Kampung Baca sebagai tempat menambah pengetahuan dengan membaca buku.

Kampung Baca Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, menjadi kampung baca pertama yang dibentuk di Kota Magelang.

"Kampung baca Kedungsari ini kami bentuk untuk wahana membaca bagi masyarakat, khususnya untuk masyarakat Kedungsari, untuk mereka menambah pengetahuan dan wawasan," ujar pengurus Pimpinan Ranting Aisyiah Kedungsari, Faridah Wahyuningsih, Selasa (5/12/2017) pada acara peluncuran Kampung Baca Kedungsari.

Faridah mengatakan, kampung baca ini dibentuk atas swadaya masyarakat yang diorganisir oleh Pimpinan Ranting Aisyiah Kedungsari, menempati sebuah rumah milik warga Kedungsari.

Buku-buku koleksi yang ada di Kampung Baca pun cukup lengkap, mulai dari buku anak-anak, sampai buku untuk dewasa. Jumlahnya sekitar 1.000 buah, dapat dinikmati oleh masyarakat semua kalangan.

"Kampung Baca ini selain ditujukan sebagai wahana membaca juga digunakan sebagai tempat silaturahmi antar masyarakat. Selain itu dengan adanya kampung baca ini, kami harapkan minat anak-anak untuk mebaca juga dapat meningkat," ujarnya.

Selain itu, Wakil Walikota Magelang, Agustina Windarti, menymabut baik adanya Kampung Baca Kedungsar ini. Dikatakannya, dengan adanya Kampung Baca ini diharapkan dapat membuka jendela wawasan masyarakat untuk gemar membaca buku.

"Kampung Baca ini juga dapat membuka jendela wawasan untuk anak kita agar lebih gemar membaca, terlebih di saat era teknologi yang begitu pesat, dan menjadi kontrol untuk anak-anak," ujarnya.

Diharapkannya, Kampung Baca ini dapat menjadi menjadi pilot project, kampung-kampung yang lain yang ada di Kota Magelang. Dengan begitu minat baca masyarakat dapat terus meningkat.

"Ini juga sesuai dengan cita-cita kita untuk menjadikan kota Magelang sebagai kota yang ramah anak. ,Melalui kampung baca ini kita terus tebarkan virus membaca, sehingga dapat dicontoh dengan kampung-kampung yang lain," tuturnya.(rfk).

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help