TribunJogja/

Siswa SD Jetisharjo Tak Panik Ketika Dengar Sirene Gempa

Ketika bencana terjadi, seluruh warga sekolah mengerti apa yang harus dilakukan dan kewajibannya masing-masing.

Siswa SD Jetisharjo Tak Panik Ketika Dengar Sirene Gempa
TRIBUNJOGJA.com / Ikrar Gilang
Siswa-siswa SDN Jetisharjo Kota Yogyakarta berlarian dalam simulasi gempa bumi pada Selasa (5/12/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan siswa SD Negeri Jetisharjo Kota Yogyakarta berhamburan keluar menuju lapangan pada Selasa (5/12/2017) pagi.

Sambil menggotong tas di atas kepala, mereka berusaha menenangkan satu sama lain dalam simulasi gempa bumi tersebut.

Muhammad Atahilah Maulana (9), siswa kelas tiga ini mengaku cukup panik ketika sirene tanda gempa bumi berbunyi.

Secara cepat, ia pun segera berlindung di bawah meja lalu menunggu waktu aman untuk berlari keluar lapangan mencari tempat aman.

"Sempat panik dan kaget pas sirene bunyi pingin lari tapi sudah diajarin untuk berlindung di bawah meja terlebih dulu baru lari ke tempat terbuka," ujarnya pada Selasa (5/12/2017).

Sebanyak 356 siswa dari 12 kelas SDN Jetisharjo, Jetis mengikuti simulasi siap siaga bencana gempa bumi.

Simulasi dimulai ketika sirene pertanda gempa bumi dimulai pukul 10.00 WIB.

Seketika, siswa langsung sigap bersembunyi di bawah meja lalu berlari menuju lapangan.

Di saat itu pula, para guru mulai menghitung para siswa bila ada yang hilang atau terluka sehingga dilakukan penanganan lebih lanjut.

Simulasi pun tampak seperti nyata dengan menghadirkan ambulance dan tenda darurat.

Halaman
12
Penulis: gil
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help