TribunJogja/
Home »

DIY

Banjir dan Longsor DIY

SD Tumbuh 2 Mengedukasi dengan Peduli Sesama

Melihat dampak dari bencana kemarin, SD Tumbuh 2 lantas membuka posko peduli banjir sejak 30 November sampai 4 Desember 2017.

SD Tumbuh 2 Mengedukasi dengan Peduli Sesama
istimewa
Perwakilan dari SD Tumbuh 2 Yogyakarta menyerahkan bantuan kepada warga Kulonprogo yang terdampak siklon tropis cempaka, Senin (4/12) kemarin. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penderitaan warga terdampak siklon tropis Cempaka menggugah simpati dan empati di kalangan masyarakat DIY.

Tak terkecuali jajaran SD Tumbuh 2 Yogyakarta.

Banjir di sebagian wilayah Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul mendorong solidaritas dari siswa, orangtua dan guru di sekolah yang berlokasi di komplek Jogja National Museum ini.

Melihat dampak dari bencana tersebut, SD Tumbuh 2 lantas membuka posko peduli banjir sejak 30 November sampai 4 Desember 2017 kemarin.

Dari posko tersebut mereka telah banyak menerima bantuan dari banyak donatur.

Jamiludin, Kepala SD Tumbuh 2 mengatakan, terselenggaranya posko ini juga merupakan bagian dari edukasi kepada siswa SD Tumbuh 2 Yogyakarta.

Pihaknya melakukan pendekatan secara langsung, sehingga siswa dapat memaknai kegiatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah.

"Diharapkan dengan pengalaman siswa yang terlibat secara langsung dalam membantu korban bencana, dapat membentuk karakter mereka, kemudian dapat menjadi kebiasaan dan dilakukan di masa mendatang," ujarnya Selasa (5/12/2017).

Lebih jauh diterangkannya, bantuan dilakukan dengan beberapa tahap.

Tahap pertama bantuan diserahkan melalui BPBD Kabupaten Bantul, sedangkan tahap kedua diserahkan langsung kepada warga terdampak banjir di Desa Panjatan dan Desa Bugel Kulonprogo.

Sementara itu, Siti Muthmainnah selaku Koordinator Posko mengatakan, terwujudnya posko atas kerjasama dengan Komite SD Tumbuh 2, yang juga ikut dalam kegiatan distribusi bantuan ke lokasi.

Bantuan yang diserahkan berupa kebutuhan berdasarkan hasil survey di lapangan antara lain sembako, makanan bayi, pakaian layak pakai, obat- obatan dan air mineral.

Tercatat sekitar 300 kepala keluarga di dua desa tersebut membutuhkan bantuan.(*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help