TribunJogja/

Bandara Kulonprogo

Pengakuan Seorang Warga Terdampak Bandara NYIA : Saya Dicekik, Dipukul dan Diseret

Ia mengaku sempat meneteskan air mata karena memendam perih di lubuk hatinya mendapat perlakukan tak sepantasnya

Pengakuan Seorang Warga Terdampak Bandara NYIA : Saya Dicekik, Dipukul dan Diseret
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Fajar Ahmadi, warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarata International Airport (NYIA) menunjukan luka di bagian tubuhnya. 

“Ini sudah Klimaks. Makin semangat saya berjuang,”ungkanya.

Sebelumnya, warga penolak pembangunan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Temon, Kulonprogo, Selasa pagi terus berupaya mempertahankan atas tanah dan bangunannya, meski enam backhoe telah meratakan semua pohon dan rumah-rumah kosong warga lainnya.

Diceritakan Fajar, saat kejadian itu pihaknya dipepet dan dipancing aparat untuk melakukan tindakan anarkis.

Sampai kemudian terjadi dorong mendorong antara kubu Fajar yang pasang pagar betis dengan aparat yang memaksa membubarkan barisan.  

“Saat itu saya terdorong ke depan, saya dicekik dari belakang oleh aparat, diseret dan ditendang di bagian betis,”ungkap fajar sembari menunjukkan beberapa luka di bagian tubuhnya.

Bahkan, dikatakan Fajar, bukan hanya sampai di situ. Saat dirinya dicekik dari belakang juga ada yang menghantamkan benda tumpul yang mengenai kepala bagian belakang.

”Saya merasakan ada yang menghantam kepala belakang. Saya tidak tahu persis, itu memukul menggunakan tangan atau kayu,”imbuh dia.

Setelah itu, masih menurut Fajar, tubuhnya kemudian diseret oleh aparat.

Beruntung, ada aparat yang melerai dan menghentikan tindakan yang dinilai tak sesuai prosedur itu.

“Saat saya diseret, ada petugas yang bilang, jangan, jangan,Lepaskan,”ungkap Fajar.

Saat itulah dirinya baru bisa lolos dan tertatih-tatih menuju posko PWPP-KP yang merupakan rumahnya untuk berlindung. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help