TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Banjir dan Longsor DIY

Kerugian Akibat Banjir Bantul Membengkak Sampai Rp 162 Milar

Membengkaknya kerugian ini karena banyaknya lokasi yang terdampak. Setidaknya ada 75 titik kerusakan akibat banjir kemarin.

Kerugian Akibat Banjir Bantul Membengkak Sampai Rp 162 Milar
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Warga melintas di jembatan darurat yang dibangun warga Dusun Wunut, Sriharjo, Imogiri Bantul, Sabtu (2/12/2017). Sebelumnya, akses jalan putus karena jalan rusak tergerus aliran Kali Oya di sampingnya. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul sempat memprediksi total kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bantul mencapai Rp 50 miliar.

Belakangan nilai hitungan itu justru membengkak sampai tiga kali lipat.

Assek Bidang Pemerintahan Setkab Bantul, Helmy Jamharis mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Hasilnya didapat hitungan sementara kerugian bencana banjir di Bantul mencapai angka Rp 162 miliar.

Hitungan ini dilakukan per 4 Desember 2017.

"Itu jika kita tidak memandang status infrastrukturnya ya, jadi tidak melihat status itu punya provinsi atau lainnya," kata Helmy saat menyambut rombongan Komisi V DPRI dan Kementrian Perhubungan RI di Balai Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, Selasa (5/12/2017).

Membengkaknya kerugian ini karena banyaknya lokasi yang terdampak.

Setidaknya ada 75 titik kerusakan akibat banjir kemarin.

Meski demikian semua hitungan ini akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan alokasi dana bantuan demi mempercepat pemulihan.

Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto menjelaskan, pemulihan infrastruktur memang menjadi pekerjaan paling krusial pasca evakuasi korban dan pemenuhan kebutuhan mendasar para korban bencana banjir.

Banyaknya kerugian karena memang kerusakan yang ditimbulkan cukup masif.

"Data sementara ada 15 jembatan roboh, 9 jalan rusak, dua talud butuh perbaikan, 13 bendungan rusak, masih ada infrastruktur lain perlu diperbaiki dan itu membutuhkan dana yang tidak sedikit," kata Dwi.

Nantinya Dwi akan berkoordinasi dengan Kabupaten, Provinsi dan Pusat. (*)

Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help