TribunJogja/
Home »

DIY

Banjir dan Longsor DIY

Sultan Minta Daerah Optimalkan Status Tanggap Darurat

Sultan berharap pembersihan sampah sampah termasuk batang pohon dan bambu terutama yang di sungai dan jembatan ini bisa dilakukan.

Sultan Minta Daerah Optimalkan Status Tanggap Darurat
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Nourma Handito
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta status tanggap darurat tingkat Provinsi bisa dimaksimalkan dengan melakukan pembersihan di lapangan.

Kabupaten Kota diharapkan bisa melakukan ini dalam dua pekan kedepan.

Untuk diketahui, status siaga darurat bencana yang sebelumnya ditetapkan Gubernur mulai 28 November 2017 hingga 31 Maret 2018 sudah dinaikan menjadi status tanggap darurat bencana pada 1 Desember 2017.

Status ini akan berlaku hingga 14 Desember 2017 mendatang.

"Jadi sekarang tanggap darurat saya minta untuk membersihkan, karena kan semua bambu kayu di jembatan semua saya suruh bersihkan. Sekolah sekolah saya suruh bersihkan dan sebagainya," kata Sultan di Bangsal Kepatihan, Senin (4/12/2017).

Sultan berharap pembersihan sampah sampah termasuk batang pohon dan bambu terutama yang di sungai dan jembatan ini bisa dilakukan.

Baca: Soal Relokasi Warga Terdampak Bandara, Sultan : Mosok Kudu Dipeksa

Karena jika tidak dibersihkan, dikhawatirkan jika turun hujan lebat lagi, batang pohon tersebut misalnya bisa merusak jembatan, bahkan membuat jembatan hanyut.

"Dalam waktu dua minggu ini saya suruh bersihkan, dengan harapan Januari itu sasonnya naik (puncak musim hujan), harapan saya jembatan tidak tertutup (sampah), itu tertutup kan larinya air kemana-mana," kata Sultan.

Untuk pembersihan ini, menurut Sultan daerah juga diharapkan membersihkan semua meski kewenangan bukan di kabupaten kota.

Halaman
123
Penulis: dnh
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help