TribunJogja/
Home »

Jawa

Masyarakat Magelang Keluhkan Aksi Mogok Angkutan Kota

Mogoknya angkutan kota yang ada di Kota Magelang membuat masyarakat kesulitan mengakses jasa transportasi, terutama anak-anak sekolah.

Masyarakat Magelang Keluhkan Aksi Mogok Angkutan Kota
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri K
Para pelajar sekolah di Kota Magelang yang terpaksa diangkut menggunakan mobil dari Dinas Pehubungan Kota Magelang akibat aksi mogok angkutan kota Magelang, Senin (4/12/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Mogoknya angkutan kota yang ada di Kota Magelang membuat masyarakat kesulitan mengakses jasa transportasi, terutama anak-anak sekolah.

Rizal, salah satu pelajar SMK di Kota Magelang, akibat aksi mogok ini dirinya mengaku kesulitan mencari angkutan umum untuk berangkat menuju sekolah.

Akibatnya dirinya pun terlambat sampai setengah jam dan terpaksa menumpang kendaraan yang dipersiapkan oleh kepolisian untuk mengangkut para pelajar ke sekolah.

"Seharusnya jam 7 sudah ada di sekolah, tetapi tidak ada angkutan yang beroperasi, akhirnya terlambat dan menumpang mobil polisi," ujar Rizal, Senin (4/12/2017).

Sama halnya, Supardi, salah seorang pedagang di pasar Rejowinangun, Kota Magelang juga mengaku kesulitan mencari angkutna kota dan terpaksa terlambat membuka lapak jualannya di pasar.

Ia pun menyayangkan adanya aksi mogok yang dilakukan oleh para angkutan kota tersebut, menurutnya hal tersebut membuat pelayanan transportasi masyarakat menjadi terhambat.

Baca: Angkutan Kota Magelang Mogok Beroperasi. Ini Sebabnya

"Kalau seperti ini jadi sulit kan untuk kami para pengguna angkutan umum. Harusnya ada komunikasi dahulu, supaya kita siap-siap cari angkutan lain," tuturnya.

Untuk diketahui, para pelaku angkutan kota di Kota Magelang yang tegabung dalam Forum Komunikasi Awak Angkutan Kota Magelang melakukan aksi mogok, Senin (4/12/2017) ini.

Mereka turut dalam aksi mogok yang juga dilakukan oleh Forum Komunikasi Angkutan Umum Jawa Tengah di Kantor Gubernuran di Semarang untuk menkritisi keberadaan angkutan online yang menyurutkan pendapatan angkutan konvensional.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help