TribunJogja/

Banjir dan Longsor DIY

Kerugian Akibat Bencana di Kulonprogo Ditaksir Mencapai Rp10 Miliar

Nilai tersebut muncul dari kerusakan yang muncul akibat bencana tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang.

Kerugian Akibat Bencana di Kulonprogo Ditaksir Mencapai Rp10 Miliar
TRIBUNJOGJA.COM / Yoseph Hary
Warga Kulonprogo mengevakuasi ternaknya saat banjir menerjang rumahnya, Selasa (28/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Nilai kerugian secara umum akibat kejadian bencana alam yang dipicu siklon tropis Cempaka di Kulonprogo beberapa waktu lalu ditaksir mencapai Rp 10,778 miliar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Gusdi Hartono mengatakan, nilai tersebut muncul dari kerusakan yang muncul akibat bencana tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang.

Yakni, berdasarkan rekapitulasi data kejadian bencana pada 25-30 November.

Namun begitu, estimasi nilai itu masih bersifat sementara.

"Kami hari ini mengundang konsultan keuangan untuk menghitung lagi total kerugiannya," kata Gusdi, Senin (4/12/2017).

Dirincinya, nilai itu dihitung dari kerugian yang dialami per wilayah kecamatan terdampak bencana.

Yakni Galur senilai Rp52 juta atas dua kejadian bencana, Girimulyo ada 19 titik longsor dan satu kejadian angin kencang total kerugian Rp339 juta, Kalibawang ada sembilan kejadian dengan kerugian Rp126 juta, dan Kokap ada 24 titik kejadian dengan total kerugian Rp134 juta.

Adapun di Nanggulan ada lima titik kejadian dengan total kerugian Rp5 juta, Panjatan empat titik kejadian dengan total kerugian Rp10,020 miliar, Pengasih ada tujuh titik kejadian dengan total kerugian Ro67 juta.

Di Samigaluh, ada 12 titik kejadian dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta dan Temon tujuh titik kejadian bencana dengan total kerugian senilai Rp16 juta.

"Di Wates dan Sentolo masing-masing ada perkiraan nilai kerugian Rp2 juta. Sedangkan Lendah belum teridentifikasi kerugiannya. Data ini masih bisa berubah dan sedang kami konsultasikan," kata Gusdi.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Suhardiyana mengatakan, pihaknya berusaha bekerja cepat sehingga kerusakan dapat segera tertangani.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help