Sebagian Pedagang Sekaten Tetap Berjualan hingga Tanggal 10

Pedagang memilik memperpanjang lapaknya di Sekaten lantaran penjualannya tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

Sebagian Pedagang Sekaten Tetap Berjualan hingga Tanggal 10
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida Pertana
Suasana di bagian penjualan pakaian bekas atau yang lebih dikenal dengan awul-awul. Nampak beberapa orang tengah sibuk memilih pakaian yang akan dibelinya, Minggu (3/12/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pasar Malam Perayaan Sekaten sudah usai, meski demikian beberapa pedagang nampak masih menggelar dagangannya di area Sekaten.

Seperti halnya lapak pakaian awul-awul (pakaian bekas) yang masih ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan.

Beredar kabar bahwa para pedagang tersebut masih berada di Alun-alun utara hingga beberapa hari ke depan.

Nampak pula beberapa permainan juga masih terpasang di Alun-alun Utara Kota Yogyakarta.

Beberapa pedagang makanan juga masih bertahan di sekitar tempat tersebut.

Antok Romeo (39), seorang pedagang awul-awul yang bertempat tinggal di Semarang ini mengatakan, ia bersama pedagang-pedagang lain memang masih menggelar lapak dagangannya di Alun-alun Utara.

Hal tersebut dilakukannya bukan tanpa alasan, menurutnya hal itu dikarenakan penjualannya di Sekaten tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

"Walau Sekaten sudah selesai, kami akan berjualan di sini, kira-kira sampai tanggal 10 Desember 2017 besok. Penjualan tahun ini juga menurun, biar nggak rugi-rugi banget lah mas," katanya saat ditemui di lapaknya, Minggu (3/12/2017).

Dikatakannya, pengajuan pertambahan hari untuk berdagang tersebut sudah dilakukan pihaknya sejak perayaan Sekaten resmi ditutup.

Diakuinya, setelah pengajuan itu mendapatkan titik terang, pihaknya kembali melakukan aktivitas perdagangan seperti biasa.

"Jadi masalah ingin berdagang di sini lebih lama itu inisiatif dari pedagang ke pihak terkait, alasannya ya karena sepi dan untuk nutup biaya lainnya. Sehabis grebeg itu diajukan, dan kemarin, Sabtu (3/12/3017) ada surat edaran kalau bisa sampai tanggal 10," jelasnya.

Pria yang sudah berjualan awul-awul di Sekaten sejak tahun 2004 ini mengakui bahwa baru tahun ini ia mengalami penurunan penjualan.

Ia menilai, penurunan penjualan tersebut terkait jumlah hari untuk perayaan Sekaten semakin berkurang dibanding tahun sebelumnya.

"Kalau dulu kan hampir 2 bulan Sekaten-nya, tapi beberapa tahun ini hanya sebulan saja, ditambah tahun ini sepi. Jadi kami mengajukan tambahan hari itu tadi, ya semoga besok bisa balik modal dulu lah syukur-syukur dapat untung," tambahnya. (*)

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help