TribunJogja/
Home »

Jawa

Lindungi Anak, Pemkot Magelang Bentuk KPAD dan Canangkan RW Ramah Anak

KPAD masa bakti 2017-2022 dibentuk berdasarkan UU No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Perda No 13 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang mendukung upaya Menteri PPPA, Yohana Susana Yembise, untuk menghilangkan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Satu di antaranya dengan membentuk Rukun Warga (RW) ramah anak di Kota Magelang.

Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, mengatakan, pihaknya mencanangkan RW ramah anak yang tahun 2017 ini semua RW di Kota Magelang sudah ramah dan layak anak.

Total ada 186 RW yang sudah mencanangkan diri ramah anak.

"Kami sudah canangkan RW ramah anak, dan nanti juga akan dilakukan di tingkat RT. Upaya ini untuk mewujudkan Kota Magelang sebagai Kota yang layakn anak, dan sebagai upaya perlindungan anak terhadap kekerasan," ujar Windarti, Sabtu (2/12/2017).

Kita tidak sendiri, ada banyak elemen masyarakat yang sukarela membantu pemerintah dalam mewujudkan zero kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut,” ungkapnya, di sela kampanye Bersama Lindungi Anak (Berlian) bersama Menteri PPPA RI, Yohana Susana Yembise dan Anggota Komisi VIII DPR RI, Choirul Muna, di Gedung Wiworo Wiji Pinilih Kota Magelang, Sabtu (2/12/2017).

Windarti menuturkan, pemerintah juga telah membentuk Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam melindungi perempuan dan anak.

KPAD masa bakti 2017-2022 ini dibentuk berdasarkan UU No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Perda No 13 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

"Sudah terbentuk, nantinya KPAD akan menjadi lembaga yang akan melakukan perlindungan terhadap perempuan dan anak," ujarnya.

Pembentukan komisi ini diawali dengan proses seleksi sejak bulan November lalu oleh tim yang diketuai Prof Dr Sukarno MSi.

Terdapat lima orang calon anggota komisi yang kemudian terpiilih.

Kelimanya yaitu Wiwik Darwiyanto (Ketua) asal Kelurahan Potrobangsan.

Lalu Walangitan Zusana asal Kelurahan Kedungsari, Hardian Angga Firmansyah asal Kelurahan Kramat Selatan, Nesia Aprilina Putri asal Kelurahan Wates, dan Novan Dwi Heryanto asal Kelurahan Potrobangsan.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help