TribunJogja/
Home »

DIY

Banjir dan Longsor DIY

Masyarakat Tak Terdampak Bencana Diharapkan Ikut Sukseskan 'Jogja Tangguh 2017'

Aksi kerelawanan akan menjangkau beberapa titik terdampak bencana,yakni Kota Yogyakarta, Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo.

Masyarakat Tak Terdampak Bencana Diharapkan Ikut Sukseskan 'Jogja Tangguh 2017'
Tribun Jogja/ Hasan Sakri Ghozali
Sejumlah siswa dan guru menggunakan perahu karet untuk melakukan mengevakuasi arsip-arsip penting di SMK Negeri 1 Tangjungsari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (28/11/2017). Akibat hujan yang terjadi sejak Senin (27/11/2017) mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Gunungkidul yang merendam rumah warga dan memutus akses jalan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Giat gotong royong pembersihan lingkungan yang diagendakan Bencana Daerah (BPBD)'>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DIY bertajuk 'Jogja Tangguh 2017', bakal berlangsung serentak di sejumlah titik, pada Minggu (3/12/2017).

Ketua Pelaksana 'Jogja Tangguh 2017', Danang Samsurizal mengatakan, aksi bersifat kerelawanan tersebut, akan menjangkau beberapa titik terdampak bencana, yang terdapat di wilayah Kota Yogyakarta, Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo.

"Contohnya, ada 100 personel di Imogiri, Desa Sriharjo dan Selopamioro. Kemudian, 200 personel di Pleret, Desa Segoroyoso, Dahromo dan Bawuran. Selain itu, kami giatkan juga pemotongan pohon di kawasan Munggur," ungkapnya, Sabtu (2/13/2017).

Terkait teknis pelaksanaannya, imbuh Danang, kerja bakti memang dipokoki oleh warga masyarakat terdampak bencana, di lingkungannya masing-masing.

Nantinya, dari petugas dan relawan akan dikerahkan untuk turut serta melakukan pembersihan.

"Petugas dan relawan nanti langsung menuju ke lokasi yang sudah ditentukan. Sedangkan masayarakat yang lingkungannya tidak terdampak bencana, kami harapkan bisa ikut membantu upaya percepatan pembersihan meterial longsor dan banjir ini," katanya.

Danang menuturkan, melalui kegiatan 'Jogja Tangguh 2017', pihaknya sekaligus ingin mengampanyekan pesan kesiagaan kepada seluruh masyarakat Yogyakarta, untuk mengantisipasi ancaman bencana serupa, yang bisa saja terjadi di kemudian hari.

"Penjangkauan informasi publik melalui media sosial dan peliputan jurnalis, agar kegiatan ini bisa tersebar dan mennggugah masyarakat secara umum," ucapnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help