TribunJogja/
Home »

DIY

Banjir dan Longsor DIY

Junjung Kearifan Lokal, BPBD DIY Giatkan 'Jogja Tangguh 2017'

'Jogja Tangguh 2017' akan diadakan Minggu (3/12/2017), di sejumlah titik terdampak bencana.

Junjung Kearifan Lokal, BPBD DIY Giatkan 'Jogja Tangguh 2017'
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Nourma Handito
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD DIY, Krido Suprayitno. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dampak bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa sejumlah titik di wilayah Yogyakarta, akibat terpaan angin siklon cempaka, bisa dikatakan mengejutkan banyak pihak.

Kini, upaya penanganan pun tengah digalakkan.

Selama ini, masyarakat dan pemerintah Yogyakarta dikenal memiliki track record bagus, terkait ketangguhan dalam menangani bencana.

Penanganan gempa bumi Bantul tahun 2006, kemudian erupsi Gunung Merapi tahun 2010, merupakan bukti nyata, yang diakui dunia.

Untuk mendukung percepatan penanganan pasca bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DIY bakal mengoptimalkan seluruh komponen yang ada, untuk bahu-membahu dalam membantu sesama yang tengah tertimpa musibah.

"Peran serta masyarakat memang harus dioptimalkan. Melalui dorongan gerakan moral dan kegiatan bersama, yang berciri gotong royong, antar warga," ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD DIY, Krido Suprayitno, Sabtu (2/12/2017).

Lanjut ia, kegiatan tersebut, diberi jargon 'Jogja Tangguh 2017', yang sedianya dilangsungkan pada Minggu (3/12/2017), di sejumlah titik terdampak bencana.

Menurutnya, dengan kejadian seperti ini, dibutuhkan sebuah gerakan yang masif dan sifatnya terpadu.

"Tidak bisa dipungkiri, selama ini, kearifan lokal warga Yogyakarta, sangat membantu proses penanganan dan pemulihan pasca bencana, dimana konsep gotong royong sudah ada dalam kehidaupan bermasyarakat," jelasnya.

Krido memaparkan, upaya pembersihan lingkungan tersebut, terbagi ke dalam dua kelompok besar yang terkoordinir.

Halaman
12
Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help