TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Inilah Proses Pembuatan Pisau Batik Logam Milik Sudiman

Bahan baku pisau batik ini yaitu stainless steel, monel, besi baja, baja campur, besi tak berkadar.

Inilah Proses Pembuatan Pisau Batik Logam Milik Sudiman
tribunjogja/noristera pawestri
Sudiman, warga Krengseng Bangunjiwo Kasihan Bantul ini ciptakan pisau batik logam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sudiman (45), warga Krengseng Bangunjiwo Kasihan Bantul ini ciptakan pisau batik logam.

Bahan baku pisau batik ini yaitu stainless steel, monel, besi baja, baja campur, besi tak berkadar.

Selain itu bahan baku lainnya yaitu kayu klepu, kayu kembang, kayu jinetri, kayu jati dan pewarna sintetis.

Proses pembuatan pisau batik berupa pembuatan pola atau betuk pisau dengan gunting besi, membuat mata pisau tajam dengan garinda, penyepuhan bahan pisau, penyelepan atau mengkilapkan logam.

Sedangkan proses pembuatan gagang yaitu pembuatan pola atau bentuk, memotong pola dengan gergaji, membubut kayu dengan mesin, mengukir bakal gagang kayu, menghaluskan gagang dengan amplas halus.

Teknik batik logam yaitu membatik, mengukir, melukis, memindahkan gambar ke permukaan logam dengan mengikis permukaan logam dengan menggunakan larutan asam kimia.

Larutab asam yang digunakan yaitu air, HCL, H2O2, HNO3, H2SO4.

Adapun proses membatik logam yaitu membuat pola atau menggambar pada logam sesuai dengan motif yang di inginkan.

Menutup pada bagian logam yang tidak ingin dikikiskan dengan malam atau lilin.

Melarutkan logam yang sudah dibatik ke dalam larutan asam kimia yang sudah tentukan komposisinya.

Pelarutan asam kimia dilakukan dengan cara menggoyangkan air atau logam yang digerakan untuk mengkikiskab logam yang tidak tertutup malam.

Hilangkan malam dengan air mendidih yang dicampur soda abu.

Sudiman mengatakan, dalam pembuatan pisau batik logam ini masih terkendala cuaca.

"Otomatis kalau hujan ngga bisa. Batik mau digranit itu ngga bisa karena harus panas," ujarnya Sabtu (2/12/2017). (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help