TribunJogja/
Home »

DIY

Banjir dan Longsor DIY

Badai Siklon Tropis Dahlia Dipastikan Menjauh dari Indonesia

Selain itu, pemberitahuan terkait hal tersebut berlaku hingga beberapa hari kedepan, dan akan diupdate mengenai perkembangan cuacanya.

Badai Siklon Tropis Dahlia Dipastikan Menjauh dari Indonesia
BMKG DIY
Prakiraan posisi siklon tropis Dahlia yang berangsur-angsur menjauhi Indonesia, tepatnya menuju selatan Pulau Jawa. Nampak kepala badai yang ditunjukkan dengan huruf L menuju ke arah selatan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memastikan siklon tropis Dahlia sudah menjauhi wilayah Indonesia.

Selain itu, pemberitahuan terkait hal tersebut berlaku hingga beberapa hari kedepan, dan akan di-update mengenai perkembangan cuacanya.

Kepala BMKG, Prof Ir Dwikorita Karnawati, MSc PhD mengatakan siklon tropis Dahlia diprediksi semakin menjauhi wilayah Indonesia dan menuju ke arah selatan.

Hal tersebut memang diprediksi akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

"Dari pemantauan tadi, siklon tropis Dahlia bergerak semakin menjauh ke arah selatan tenggara Jawa Tengah. Pemberitahuan ini berlaku sampai 3 hari kedepan. Jika tidak ada perubahan tetap kami update lagi, kalau ada perubahan juga akan kami update," katanya kepada awak media, Jumat (1/12/2017).

Sambungnya, pihaknya memprediksi musim hujan akan tetap berlangsung, dan untuk musim penghujan saat ini merupakan awalan.

Baca: Setelah Badai Siklon Tropis Cempaka, PLN akan Lakukan Perbaikan Jaringan

Ia menilai, jika puncak musim hujan akan berlangsung mulai bulan ini hingga tahun depan.

"Ini baru awal musim hujan, puncaknya di pertengahan bulan Desember dan di bulan Januari. Itu untuk di Jawa, kalau di Indonesia bagian timur diperkirakan puncak musim hujan berlangsung pada bulan Februari. Jadi setiap daerah berbeda-beda kapan puncak musim hujannya," ujarnya.

Meski belum memasuki puncak musim hujan, ia kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tetap selalu waspada.

Pihaknya juga akan tetap menginformasikan perubahan cuaca kepada masyarakat secara intens.

"Masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaannya, terutama di daerah rawan yang sering terjadi angin kencang dan gelombang tinggi. Kurangi kegiatan di pantai dan laut juga. Kami akan pantau cuaca selama 24 jam, jika ada hal penting langsung akan disampaikan ke masyarakat," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rid
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help