TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Konon, Ini Asal Mula Nama Sego Saduk

Menu ini sangat sederhana hanya berisi nasi, daging ayam/bebek, potongan sayur kubis, mentimun, kemangi, sambal bawang dan bumbu hitam.

Konon, Ini Asal Mula Nama Sego Saduk
tribunjogja/wahyu setiawan nugroho
Nasi saduk ayam komplit tahu tempe di jalan seturan depan STIE YKPN Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sego saduk suroboyo salah satu kuliner khas nusantara yang juga dijual di Yogyakarta.

Kuliner yang berada di seberang kampus STIE YKPN ini selalu ramai tiap malamnya.

Ratusan porsi selalu ludes terjual tiap malamnya.

Menu ini sangat sederhana hanya berisi nasi, daging ayam/bebek, potongan sayur kubis, mentimun, kemangi, sambal bawang dan bumbu hitam.

Penyajiannya hanya menggunakan kertas minyak dan selembar daun pisang.

Lantas sebenarnya apa makna dari nama sego saduk itu sendiri.

"Mungkin setahu saya, itu awalnya nasi di taruh di pincuk (wadah dari daun pisang -red) kemudian selesai makan, pincuk itu di tendang atau di saduk ke tempat sampah," Ujar ana satu diantara pegawai sego saduk ini.

Saduk sendiri dalam bahasa jawa berarti tendang.

Sego saduk biasanya di jual dengan harga Rp 15ribu untuk satu porsinya kemudian bisa ditambah dengan menu pelengkap lain seperti tahu tempe dan aneka sate.

Mulai dari jam 7 malam hingga 4 pagi sego saduk Surabaya selalu siap menyajikan menu sederhana asal jawa timur ini.

Warung ini selalu ramai, bahkan puluhan driver ojek online ikut mengantri untum membeli makanan khas ini. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help