TribunJogja/

Banjir dan Longsor DIY

Atasi Dampak Bencana, Kota Yogyakarta Siapkan Dana Rp 2 Miliar

Dampak cuaca ekstrem di Kota Yogyakarta mengakibatkan 14 titik bencana, yakni semua tanggul pemukiman longsor.

Atasi Dampak Bencana, Kota Yogyakarta Siapkan Dana Rp 2 Miliar
TRIBUNJOGJA.COM / Dwi Nourma Handito
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti (berdiri) saat memberikan keterangan di depan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berserta rombongan, di Juminahan, Tegal Panggung, Danurejan, Kota Yogyakarta, Kamis (30/11/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta telah menindaklanjuti SK Gubernur DIY yang menyatakan status siaga darurat bencana.

Kota Yogyakarta menyiapkan dana lebih dari Rp 2 miliar untuk menangani bencana dampak cuaca ekstrem.

"Tadi kami buat surat itu, dengan kesiapan dana kurang lebih angka Rp 2 miliar lebih sedikit lah," kata Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti di RW 14 Juminahan, Tengal Panggung, Danurejan, Kamis (30/11/2017).

"Kenapa itu diperlukan untuk mengeluarkan dana tak terduga itu memerlukan status kebencanaan, kebencanaan itu tidak bisa sendiri sendiri, kami mengacu status kebencanaan yang ada di wilayah DIY," lanjutnya.

Adapun Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Kamis (30/11/2017) melihat lokasi talud longsor yang ada di RW 14 Juminahan tersebut.

Gubernur mengatakan kabupaten kota untuk segera menindaklanjuti SK Gubernur tentang status siaga darurat bencana yang sudah dikeluarkannya pada Rabu (29/11/2017) kemarin.

Gubernur seusai meninjau lokasi talud longsor mengatakan keprihatinannya, karena Kota Yogyakarta juga ikut terdampak cuaca ekstrem.

Meski dari sisi kerusakan, Kota Yogyakarta bisa disebut yang paling ringan daripada tempat lain.

Sementara itu Plt Kepala BPBD Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan, dampak cuaca ekstrem di Kota Yogyakarta mengakibatkan 14 titik bencana.

Yakni semua tanggul pemukiman longsor.

Untuk korban jiwa tiga orang di Jlagran, Gedongtengen.

"Untuk banjir tidak ada, sedangkan pohon tumbang ada 14 titik," katanya.

Soal kerugian, Agus belum bisa memastikan dan belum bisa dihitung berapa kerugiannya.

Untuk yang akan memperbaiki talud yang rusak adalah Dinas PU.

Sementara akibat ambrolnya talud di beberapa titik tersebut, ada lima rumah yang tidak bisa ditempati.(*)

Penulis: dnh
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help