TribunJogja/

TRIBUNJOGJATV ONLINE

Tabuhan Gamelan Sekati Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Gamelan Sekati Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Gamelan Sekati Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Gamelan Sekati Kraton Ngayogyakarta

Tabuhan Gamelan Sekati Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
GAMELAN SEKATEN. Sejumlah abdi dalem Keraton Yogyakarta menabuh gamelan sekaten di halaman Masjid Gede Kauman, Kota Yogyakarta, Sabtu (25/11/2017). Dua set gamelan milik keraton yogyakarta, Kiai Gunturmadu dan Kiai Nagawilaga akan ditabuh selama tujuh hari secara bergantian hingga sehari sebelum puncak perayaan Grebeg Maulud. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gamelan Sekati merupakan gamelan sakral yang dimiliki oleh Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Gamelan Sekati identik dengan pelaksanaan Sekaten, sebab gamelan Sekati hanya dibunyikan setiap gelaran Sekaten dilaksanakan.

Ada dua buah gamelan, yaitu Gamelan Guntur Madu diletakan di Pagongan Kidul dan Gamelan Naga Wilaga diletakan di Pagongan Lor.

Gamelan ini ditabuh mulai hari ini, Sabtu (25/11/2017) hingga perayaan Maulud Nabi Muhammad.

Abdi Dalem Konco Inggil, Krido Mardowo. Darjo Siogo (76) mengatakan gamelan ini ditabuh secara bergantian oleh 17 penabuh gamelan.


Videografer Tribunjogja.com | Hamim Thohari

"Gamelan ditabuh setiap dua jam, dari pagi siang sore dan malam. Pagi mulai ditabuh jam 8 pagi kalau malam selesai jam 12 malam," tuturnya.

Gamelan ini ditabuh secara bergantian, mulai dari Gamelan Naga Wilaga sekira dua jam dibunyikan kemudian berpindah ke Gamelan Guntur Madu.

Ia menambahkan, Malam Kamis besok Gamelan Sekati ini akan dibersihkan.

"Dibersihkan menggunakan braso atau batu hijau yang campur dengan minyak tanah." Imbuhnya. (tribunjogja.com)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help