TribunJogja/

Menjajal Sensasi Anjungan Kapal Cepat TNI AL di Museum Bahari Yogyakarta

Museum Bahari Jalan RE Martadinata 69 Wirobrajan Yogyakarta. Museum ini menyuguhkan suasana anjungan kapal cepat milik TNI AL

Menjajal Sensasi Anjungan Kapal Cepat TNI AL di Museum Bahari Yogyakarta
Tribunjogja.com | Wahyu Setiawan Nugroho
Museum bahari yaitu replika anjungan kapal cepat milik TNI AL di Jalan RE Martadinata 69 Wirobrajan Yogyakarta, Senin (27/11/2017) 

Laporan Reporter Tribunjogja.com Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Yogyakarta memiliki banyak museum yang sangat patut untuk dikunjungi. Namun Museum ini berbeda dengan museum lainnya. Museum ini menyuguhkan suasana anjungan kapal cepat milik TNI AL yang sesungguhnya.

Museum Bahari Yogyakarta merupakan museum yang menyuguhkan berbagai replika kapal, senjata, pakaian dinas hingga perlengkapan kapal milik TNI AL.

Museum ini mulanya diprakarsai oleh Paguyuban Tri Sekar Lestari dan resmi mulai beroperasi sekira 8 tahun yang lalu lebih tepatnya 25 April 2009.

"Waktu itu bapak Laksamana Madya Yosafat Didik Heru Purnomo menghibahkan tanah dan koleksinya untuk dijadikan museum," ujar Yanto, satu diantara penjaga museum ini.

Laksamana Madya Yosafat Didik Heru Purnomo yang merupakan seorang purnawirawan TNI AL yang dengan senang hati mau memberikan segala koleksinya dan ruang atau tanah miliknya untuk dijadikan museum bahari tersebut.

"Beberapa memang koleksi pribadi tapi ada juga yang dihibahkan menjadi koleksi museum," lanjutnya kepada tribunjogja.com.

Helm selam merk V Mod I buatan Amerika Serikat tahun 1941 dengan bobot 25kg menjadi koleksi Museum Bahari Yogyakarta
Helm selam merk V Mod I buatan Amerika Serikat tahun 1941 dengan bobot 25kg menjadi koleksi Museum Bahari Yogyakarta (Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan)

Museum yang terletak di Jalan RE Martadinata 69 Wirobrajan Yogyakarta memiliki 2 bangunan dengan 2 lantai di masing-masing gedungnya.

Gedung depan merupakan gedung yang berbentuk anjungan kapal cepat milik TNI AL. Untuk lantai dasarnya berisi ruang audiovisual sebagai ruang yang menjelaskan tentang TNI AL dan kelautan di Indonesia.

Sementara itu untuk lantai duanya berisi ruang kendali atau anjungan kapal cepat milik TNI AL. Hampir semua ornamen atau pernak pernik di ruang ini cukup mirip dengan aslinya namun tetap ada beberapa ornamen yang sudah dimodifikasi dan disesuaikan.

Torpedo Rusia seberat 1650 kg dengan panjang 7.45 meter di Museum Bahari Yogyakarta.
Torpedo Rusia seberat 1650 kg dengan panjang 7.45 meter di Museum Bahari Yogyakarta. (Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan)

Di gedung belakang terdapat dua lantai yang masing-masing menyuguhkan berbagai koleksi mulai dari perlengkapan kapal, replika kapal, baju dinas, torpedo hingga toko cinderamata.

Untuk memasuki museum ini, cukup siapkan uang Rp2000 saja sebagai retribusi.

Baca: Rudal Torpedo Milik Rusia Juga Ada di Museum Bahari Yogyakarta

Bagaimana, ingin mengunjunginya? Silahkan datang setiap hari selasa-minggu dan mulai buka dari jam 8 pagi hingga 5 sore. [tribunjogja.com)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help