TribunJogja/

Awal Desember, Perlintasan Sebidang Ngeseng di Kulonprogo Ditutup Permanen

Trafik perjalanan kereta api melalui perlintasan itu cukup tinggi, terutama saat momen khusus seperti liburan Natal dan Lebaran.

Awal Desember, Perlintasan Sebidang Ngeseng di Kulonprogo Ditutup Permanen
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu Nugraha
Perlintasan sebidang jalur kereta api di Ngeseng Sentolo akan ditutup secara permanen 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Penutupan secara permanen perlintasan kereta api sebidang di Ngeseng, Sentolo ditargetkan bisa terlaksana pada Senin (4/12/2017).

Kasubdit Rekayasa dan Peningkatan Keselamatan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Yus Rizal menyebut perlintasan Ngeseng dinilai rawan lantara di ruas tersebut ada beberapa trek jalur kereta api.

Trafik perjalanan kereta api melalui perlintasan itu cukup tinggi, terutama saat momen khusus seperti liburan Natal dan Lebaran.

"Penutupan perlintasan itu menjadi bagian dari program nasional Kemenhub bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memperkecil potensi risiko kecelakaan lalu lintas demi keselamatan bersama," kata Rizal dalam rapat koordinasi terpadu di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Senin (27/11/2017).

Penutupan perlintasan Ngeseng semestinya sudah dilakukan sejak 14 Oktober 2017 lalu.

Baca: Dishub DIY Siap Lakukan Kajian Terkait Penutupan Pintu Perlintasan Kereta Api Sebidang

Namun, kata Rizal, pihaknya memberi toleransi waktu tambahan bagi Pemkab Kulonprogo yang perlu merampungkan proyek jalan layang (flyover) Ngelo.

Jalan layang ini nantinya berperan dalam rekayasa lalulintas pasca ditutupnya perlintasan Ngeseng karena arus kendaraan akan diarahkan menuju jalan tersebut.

Proyek jalan layang itu ditargetkan selesai pada pekan ini.

"Kami sudah melihat progres di lapangan dan pengaspalan akan selesai pada 30 November," kata Rizal.

Manajer Humas PT KAI Daop VI, Eko Budiyanto menyebut penutupan perlintasan sebidang akan mendukung kelancaran lalulintas kereta api sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang No.23/2007 tentang Perkeretaapian.

Pihaknya mendukung kebijakan pemerintah pusat untuk segera menutup perlintasan Ngeseng demi aspek keselamatan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help