TribunJogja/

Langgar Aturan Anti-Pengawasan, Jerman Minta Hancurkan Smartwatch bagi Anak

Smartwatch ternyata digunakan orangtua untuk memantau aktivitas dan percakapan di lingkungan sekitar anaknya saat berada di sekolah.

Langgar Aturan Anti-Pengawasan, Jerman Minta Hancurkan Smartwatch bagi Anak
Net
SmartWatch 2 

TRIBUNJOGJA.COM - Jerman menerbitkan aturan kontroversial tentang penggunaan smartwatch.

Selama ini, smartwatch sering digunakan untuk memantau aktivitas olahraga yang bisa dikoneksikan ke smartphone.

Dinilai bermanfaat, banyak orangtua di Jerman pun memberikan arloji pintar ini ke anak-anaknya.

Namun, pemerintah Jerman secara mendadak mengeluarkan aturan pelarangan penggunaan smartwatch pada anak mulai usia 5 tahun hingga 12 tahun.

Dikutip dari Kompas.com, orangtua diminta untuk menghancurkan smartwatch yang diberikan ke anaknya dan memberikan bukti penghancuran pada badan regulasi komunikasi Jerman Bundesnetzagentur.

Mengapa pemerintah Jerman begitu keras terhadap penggunaan smartwatch pada anak?

Smartwatch tersebut ternyata digunakan orangtua untuk memantau aktivitas dan percakapan di lingkungan sekitar anaknya saat berada di sekolah.

Pemerintah setempat menilai perilaku tersebut melanggar peraturan yang tercantum dalam undang-undang anti-pengawasan di Jerman.

Dalam sebuah penyelidikan, smartwatch telah digunakan oleh orangtua murid untuk menguping pembicaraan guru dalam kelas.

"Melalui sebuah aplikasi, orangtua dapat menggunakan jam tangan anak-anak tersebut untuk mendengarkan lingkungan di sekitar anaknya," ujar Jonchen Honman, pimpinan Bundesnetzagentur dikutip KompasTekno dari The Register, Rabu (22/11/2017).

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help