TribunJogja/

Pelajar Masih Target Utama Pengedar Narkoba di Yogya

Saat ini, BNNK Kota Yogyakarta melakukan rehabilitasi terhadap sekitar 16 pengguna narkoba yang berusia 10 hingga 15 tahun.

Pelajar Masih Target Utama Pengedar Narkoba di Yogya
TRIBUNJGJA.COM / Ikrar Gilang
Sosialisasi pencegahan peredaran narkoba kelompok pelajar dan mahasiswa di pondokan oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Yogyakarta di Kompleks Balaikota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Yogyakarta menyebut pelajar dan mahasiswa masih menjadi target utama peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di Kota Yogyakarta.

Kepala BNNK Yogyakarta, AKBP Siti Alfiah mengatakan, kelompok pelajar dan mahasiswa masih menjadi temuan mayoritas dalam berbagai kasus narkoba.

Antisipasi terhadap kelompok tersebut penting untuk ditingkatkan.

"Kita perlu melakukan berbagai upaya agar kelompok ini tidak semakin rentan, satu diantaranya adalah melakukan razia ke pondokan atau kos-kosan yang banyak dihuni pelajar dan mahasiswa," ujar Siti.

Siti menyebut, kos-kosan atau pondokan di Yogyakarta menjadi satu dari beberapa titik rawan peredaran narkoba karena seringkali ditemukan pondokan yang tidak memiliki induk semang.

Sebagian besar pelajar atau mahasiswa tersebut, memilih mengonsumsi narkoba jenis sabu meskipun akhir-akhir ini juga ada temuan penyalahgunaan obat-obat terlarang lainnya.

"Pengguna narkoba ini banyak memilih sabu karena efeknya cukup keras bahkan bertahan hingga tiga hari meskipun harganya cukup mahal," jelasnya.

Namun, lanjut Siti, pengedar tidak kehilangan akal yakni dengan membuat paket hemat untuk pelajar dan mahasiswa dalam memasarkan narkoba.

Ia menjelaskan, paket hemat tersebut yakni menjual narkoba seberat 0,5 gram.

"Biasanya, narkoba jenis sabu seberat satu gram dapat dikonsumsi oleh lima orang dengan kisaran harga Rp1,2 juta. Jika dipakai bersama-sama, maka biaya yang ditanggung pun akan semakin ringan," katanya.

Siti menyebut, pengedar lebih banyak berasal dari luar Kota Yogyakarta atau DIY.

Pengedar rata-rata berasal dari Klaten maupun Solo.

Saat ini, BNNK Kota Yogyakarta melakukan rehabilitasi terhadap sekitar 16 pengguna narkoba yang berusia 10 hingga 15 tahun. (*)

Penulis: gil
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help