Ribuan Pelari Lokal dan Internasional Meriahkan Bank Jateng Borobudur Marathon 2017

Ajang lari maraton yang telah menginjak tahun keempat ini, tahun 2017 ini mengusung tema utama Reborn Harmony

Ribuan Pelari Lokal dan Internasional Meriahkan Bank Jateng Borobudur Marathon 2017
Tribun Jogja/ Rendika Ferri K
Dari kiri ke kanan, Atlet lari Nasional kelahiran Magelang, Agus Prayitno; Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Budiman Tanuredjo; Direktur Bank Jateng, Supriyatno; Ketua Yayasan Borobudur 10K, Liem Che An, bergandeng tangan bersama mengawali BJBM 2017, pada Konferesni Pers di Hotel Grand Artos, Sabtu (18/11/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Gelaran lari jarak jauh Bank Jateng Borobudur Marathon kembali digelar pada tahun 2017 ini.

Ribuan pelari dari berbagai negara di belahan dunia bersaing untuk menaklukan jalur lari dengan panjang puluhan kilometer melalui kawasan bentang alam perbukitan Menoreh, serta mengelilingi salah satu keajaiban dunia yang ada di Indonesia, Candi Borobudur, pada Minggu (19/11/2017) besok.

Ajang lari maraton yang telah menginjak tahun keempat ini, tahun 2017 ini mengusung tema utama Reborn Harmony, yang tidak lain untuk meremajakan kembali semangat kebersamaan antara para pegiat olahraga lari dan juga masyarakat.

Semangat kebersamaan tersebut diwujudkan dalam wisata olahraga (Sport Tourism) lari, dan dalam nilai sejarah dan budaya Candi Borobudur atau Cultural Immerse.

"Reborn Harmony bermaksud untuk melahirkan kembali harmoni dan kebersamaan, terbukti dalam penyelenggaraannya banyak komunitas lari dan berbagai kalangan masyarakat yang membantu. Semuanya ditampilkan dalam bingkai olahraga dan pariwisata," ujar Budiman Tanuredjo, Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Sabtu (18/11/2017) dalam konferensi pers BJBM 2017 di Hotel Grand Artos, Magelang.

Dalam hal ini Kompas sebagai pihak yang mengorganisir balap maraton ini.

Perhelatan maraton yang diselenggarakan oleh Pemprov Jateng, Bank Jateng, dan Kompas ini terbagi menjadi tiga kategori, yakni 10K, Half-Marthon, dan Full-Marathon.

Pelari yang turut berpartisipasi dalam even ini berjumlah ribuan, kurang lebih terdapat sekitar 8.754 pelari hingga beberapa jam sebelum pendaftaran ditutup.

Kegiatan balap lari maraton ini bukan hanya diikuti oleh pelari lokal saja, namun juga diikuti oleh ratusan pelari dari luar negeri, seperti dari negara Kenya, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Singapura. Jumlah mereka sekitar kurang lebih 178 pelari.

"Melalui keikutsertaan dari ratusan pelari dari luar negeri, yang kami harapkan dapat terus bertambah setiap tahunnya, Kami ingin menjadikan lari maraton ini sebagai ajang lari jarak jauh setara dunia," ujarnya. (*)

Penulis: rfk
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help