RSUD Wates Kembangkan Rumah Sakit dengan Pelayanan Bertaraf Internasional

RSUD Wates merupakan rumah sakit kelas B Pendidikan dengan pelayanan yang berstandar internasional.

RSUD Wates Kembangkan Rumah Sakit dengan Pelayanan Bertaraf Internasional
tribunjogja/noristera pawestri
Direktur RSUD Wates, dr Lies Indriyati SpAWates, dr Lies Indriyati SpA 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates didorong dan dipersiapkan sebagai rumah sakit unggulan oleh Dinas Kesehatan DIY dengan adanya New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Hal ini karena rumah sakit terdekat dengan Bandara Kulon Progo adalah RSUD Wates.

RSUD Wates merupakan rumah sakit kelas B Pendidikan dengan pelayanan yang berstandar internasional.

Direktur RSUD Wates, dr Lies Indriyati SpA mengatakan, sebagai rumah sakit yang diberi amanah ada beberapa hal yang perlu disiapkan, diantaranya dengan mengembangkan gedungnya.

"Ini kita mau membangun gedung medic center 4 lantai, kemudian kita juga membangun gedung rawat inap 4 lantai yang diatasnya ada heliped nya ini untuk kegawat daruratan." tuturnya ketika ditemui tribunjogja.com, Rabu (15/11/2017).

Selain itu RSUD Wates juga membangun asrama mahasiswa dan apartemen untuk dokter dan residen.

Hal ini merupakan upaya untuk memback up, karena RSUD Wates ini merupakan rumah sakit pendidikan.

Selain sisi fisik dan infrastruktur, RSUD Wates juga menyiapkan untuk SDM dan dari sisi pelayanan.

Dari sisi pelayanan, RSUD Wates secara bertahap juga mempersiapkan alat kesehatan untuk mengisi gedung.

RSUD Wates juga melakukan pengembangan rumah sakit dengan unggulan layanan yang ada trauma center dan juga untuk penguatan atau emergency center.

"Jadi di dekat bandara yang mana lalu lintas padat nantinya, kita siapkan trauma center dan emergency center," ujarnya.

Selain itu, RSUD Wates juga mempersiapkan pelayanan jantung, stroke, dan pelayanan obstetri neonatal emergency komprehensif (ponec) yaitu penanganan kegawat daruratan pada ibu dalam masa persalinan beserta bayinya.

"Kita menyiapkan kalau ada pasien-pasien isolasi kemudian menyiapkan sarana pendukungnya. Jadi secara garis besar bertahap kita mulai satu persatu." Imbuhnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved