TribunJogja/

Penganut Aliran Kepercayaan di Yogyakarta Berpeluang Akses Bantuan dari Pemerintah

Namun, Bantuan yang bisa diakses oleh penganut aliran kepercayaan tersebut terbatas

Penganut Aliran Kepercayaan di Yogyakarta Berpeluang Akses Bantuan dari Pemerintah
ist/net
Gedung DPRD Kota Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Data dari Dinas Kebudayaan DIY menyebutkan ada 36 aliran kepercayaan di Yogyakarta.

"Tetapi, kami tidak bisa memastikan apakah semuanya masih aktif atau tidak. Kami hanya memiliki datanya saja karena untuk layanan pendaftaran bukan ke instansi kami," ujar Kepala Dinas Kebudayaan DIY Singgih Rajarjo, Selasa (14/11/2017).

Di Kota Yogyakarta sendiri, Kantor Kesatuan Bangsa mencatat terdapat 21 jenis aliran kepercayaan yang ada di kota.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto mengatakan, dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), jajaran legislatif dan eksekutif sepakat memberikan akses bagi warga penganut aliran kepercayaan.

"Dari pembahasan dengan Pemkot Yogyakarta sudah disepakati bahwa dalam rancangan anggaran 2018 dibuka peluang bagi aliran kepercayaan untuk bisa mengakses bantuan dana dalam kegiatan-kegiatannya," jelas Fokki.

Baca: Pengisian Kolom Kepercayaan pada KTP di Kota Yogyakarta Tunggu Aturan Pusat

Menurutnya, jika peluang tersebut dapat direalisasikan maka untuk pertama kalinya aliran kepercayaan di Kota Yogyakarta dapat mengakses bantuan dana dari pemerintah karena sebelumnya bantuan hanya diberikan untuk mendukung kegiatan keagamaan.

"Bantuan ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta atau negara hadir untuk rakyat tanpa terkecuali. Ini adalah bagian dari implementasi Program Nawacita Presiden Joko Widodo," katanya.

Meskipun demikian, bantuan yang bisa diakses oleh penganut aliran kepercayaan tersebut terbatas pada jamuan makan dan minum untuk pelaksanaan kegiatan.

"Namun, ini tetap menunjukkan adanya perhatian dari pemerintah dan perlu diapresiasi," sebut Fokki.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: gil
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help