TribunJogja/

Para Petani Itu Bekerja Dalam Sunyi di Gua Braholo Gunungkidul

Otot-otot kekar terlihat di tangan yang berkulit cokelat mengkilat kedua orang itu saat mengupas, menyisir, membersihkan lapis demi lapis tanah.

Para Petani Itu Bekerja Dalam Sunyi di Gua Braholo Gunungkidul
Tribun Jogja/Setya Krisna
Aktivitas penelitian di Gua Braholo untuk mengungkap keberadaan penghuni awal gua prasejarah di Desa Semugih, Rongkop, Gunungkidul. 

TRIBUNJOGJA.COM - Cericit burung walet tak henti-hentinya meriuh memenuhi ruangan Gua Braholo, Gunungkud.

Suara burung yang bersarang di ceruk dan langit gua besar di Desa Semugih, Rongkop, Gunungkidul itu beradu dengan deru generator listrik.

Kemeriahan alam itu menjadi teman bagi 14 petani Desa Semugih, yang diperbantukan pada proyek penelitian dan ekskavasi lanjutan situs prasejarah di gua ini.

Tim besar ini dipimpin Drs Jatmiko MHum dari Puslit Arkenas.

Para arkeolog senior Puslit Arkenas plus Dr Thomas Sutikna, Fellow Research Universitas Wollongong Australia itu dibantu Alifah, peneliti muda Bidang Prasejarah Balai Arkeologi Yogyakarta.

Sejumlah mahasiswa Jurusan Arkeologi UGM dan UI juga dilibatkan di lapangan.

Selama satu bulan sejak 10 Oktober 2017, mereka bekerja benar-benar dalam kesunyian.

Gambaran situasi sehari-hari bisa diwakili apa yang dikerjakan Tukimin dan Suharto di salah satu kotak gali.

Aktivitas penelitian di Gua Braholo untuk mengungkap keberadaan penghuni awal gua prasejarah di Desa Semugih, Rongkop, Gunungkidul.
Aktivitas penelitian di Gua Braholo untuk mengungkap keberadaan penghuni awal gua prasejarah di Desa Semugih, Rongkop, Gunungkidul. (Tribun Jogja/Setya Krisna S)

Kedua petani itu mendapat tugas melakukan penggalian dan perluasan kotak bidang penelitian.

Otot-otot kekar terlihat di tangan yang berkulit cokelat mengkilat kedua orang itu saat mengupas, menyisir, membersihkan lapis demi lapis tanah.

Halaman
1234
Penulis: xna
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help