TribunJogja/
Home »

Jawa

Ojek Online dan Opang di Klaten Buat Kesepakatan. Begini Isinya

Sudah ada surat edaran dari Dishub Klaten mengenai zonasi titik jemput 500 meter dari lokasi penjemputan

Ojek Online dan Opang di Klaten Buat Kesepakatan. Begini Isinya
TRIBUNJOGJA.COM / Septiandry Mandariana
Audiensi antara driver Gojek dan ojek pangkalan Stasiun Klaten, Selasa (14/11/2017) di Polsek Klaten Kota 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Polemik antara ojek berbasis online dengan ojek pangkalan (opang), nampaknya akhir-akhir ini sedang menjadi sebuah bahasan yang sangat hangat diperbincangan di tengan masyarakat Kabupaten Klaten.

Bagaimana tidak, opang yang keberadaannya sudah ada sejak lama secara tidak langsung merasa penghasilan yang biasa didapatkannya menjadi berkurang.

"Namun, mau bagaimana lagi, kita juga tidak bisa memungkiri dengan adanya perkembangan teknologi yang terjadi saat ini," begitulah yang dikatakan oleh Kepala Bidang Angkutan Dishub Klaten, Joko Suwanto saat sedang menengahi perselisihan yang terjadi antara driver Gojek bersama beberapa opang yang biasa mangkal di seputaran Stasiun Klaten, Selasa (14/11/2017).

Sebelum hal itu terjadi, sekitar pukul 12.30 WIB siang tadi, salah seorang driver Gojek bernama Agus Kristianto (38) mendapatkan pesanan dari seorang penumpang yang berada di Stasiun Klaten.

Kata pria yang akrab disapa Anto itu, karena sudah ada surat edaran dari Dishub Klaten mengenai zonasi titik jemput 500 meter dari tempat tersebut, maka ia meminta penumpangnya untuk berjalan ke arah Sate Pak Codot yang menurutnya sudah memenuhi titik jemput.

Baca: Ojek Online di Klaten Menyambut Baik Putusan Dishub

"Penumpang saya sudah mau dijemput di situ (Sate Pak Codot). Tapi ternyata saya dibuntuti dan ojek pangkalan langsung ngeruyuk. Saya sempat adu mulut bersama mereka (opang). Karena kejadian itu, saya langsung laporan sama teman-teman (driver Gojek lain)," ujar Anto saat ditemui Tribun Jogja di Kantor Polsek Klaten Kota.

Ia pun berangkat ke Polsek Klaten Kota untuk melaporkan hal yang baru dialaminya.

Tak lama berselang, puluhan driver Gojek lainnya menyusul untuk melakukan audiensi bersama pihak ojek pangkalan Stasiun Klaten di kantor Polisi.

"Tidak ada kontak fisik, hanya adu omongan saja. Saya sudah mentaati aturan yang dikeluarkan Dishub Klaten, bahwa titik penjemputan 500 meter dari stasiun," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: abm
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help