TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Masih di Bawah Umur, Remaja Ini Dua Kali Lakukan Pembacokan. Ini Motifnya

Namun, kebrutalan RF akhirnya berakhir, setelah dicokok aparat Polsek Depok Timur

Masih di Bawah Umur, Remaja Ini Dua Kali Lakukan Pembacokan. Ini Motifnya
IST
Tersangka FR, saat ini sudah diamankan oleh polisi bersama salah seorang rekannya berinisial DS (18), yang turut terlibat kasus pembacokan itu. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Meski masih tergolong di bawah umur, keberingasan remaja berinisial RF (17), warga Kecamatan Ngagglik, Sleman ini, mengundang keprihatinan yang begitu mendalam.

Bagaimana tidak, dalam kurun waktu satu bulan terakhir, ia dua kali tercatat melakukan aksi pembacokan.

Namun, kebrutalan RF akhirnya berakhir, setelah dicokok aparat Polsek Depok Timur, pada Senin (13/11/2017) malam.

Kapolsek Depok Timur, Kompol Novita Eka Sari, mengatakan, tersangka FR, saat ini sudah diamankan oleh pihaknya, bersama seorang rekannya berinisial DS (18), yang turut terlibat kasus pembacokan itu.

"Anak tersangka RF kami tangkap di kediamannya, di daerah Ngaglik," ujarnya, saat gelar perkara di Mapolsek setempat, Selasa (14/11/2017).

Novita menuturkan, satu dari 13 senjata tajam tersebut, merupakan alat yang digunakan RF, saat melakukan aksi pembacokan di depan Kantor PT Angkasa Pura, Kecamatan Depok, Sleman, Jumat (10/11/2017) malam lalu.

Baca: Istri Tua dan Muda Ribut, Berakhir dengan Pembacokan di Hadapan Suami Mereka. Ini Ceritanya

"FR menaruh dendam pada seseorang yang pernah mengancamnya beberapa bulan lalu. Ia pun berinisiatif mencari, tujuannya untuk membalas. Tapi, yang dibacok itu bukan orang yang sama, salah sasaran," tuturnya.

Dalam kejadian di lokasi tersebut, RFmelakukan pembacokan bersama dua rekannya, yakni DS yang berperan sebagai pengendara sepeda motor, serta RR (17), yang kini sudah dicokok aparat Polsek Depok Barat.

"Saat kejadian, RR sebenarnya ikut menyabetkan pedang, tapi tidak kena. Korban sendiri menderita luka bacok di bagian kaki, seteleh terkena sabetan celurit yang dilepaskan FR," kata Novita.

Berdasar hasil pengembangan, lanjutnya, ditemukan fakta bahwa RF tidak hanya sekali saja melakukan aksi pembacokan.

Sekitar satu bulan lalu, anak tersangka diketahui pernah melakukan aksi brutal serupa.

"Aksi dilakukan di sebuah warnet, di wilayah Sleman. Saat itu, RF menaruh dendam, ia dilarang main ke warnet tersebut, karena sering bikin ulah. Korbannya adalah penjaga warnet, dibacok juga," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help