TribunJogja/

Ketua Umum Wushu DIY Bertekad Kembalikan Prestasi Wushu Atlet DIY

Prestasi atlet senior dan junior yang mengalami ketimpangan, menurut Mawardi terjadi karena rentang usia yang terlampau jauh.

Ketua Umum Wushu DIY Bertekad Kembalikan Prestasi Wushu Atlet DIY
tribunjogja/hanif suryo nugroho
Peragaan Beladiri Wushu 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hanif Suryo

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seusai resmi dikukuhkan dan dilantik sebagai Ketua Wushu Pengrov Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (14/11/2017), Muwardi Gunawan mengatakan ada satu tugas berat yang harus diembannya yaitu mengembalikan kembali prestasi atlet wushu DIY.

Muwardi tak menampik bahwa prestasi atlet wushu di Yogyakarta sedang menurun saat ini.

"Ya sementara ini prestasi memang agak jomplang antara atlet senior dan junior," ujar Muwardi yang menjabat dua periode sebagai Ketua Wushu Pengrov DIY ini.

Prestasi atlet senior dan junior yang mengalami ketimpangan, menurut Mawardi terjadi karena rentang usia yang terlampau jauh.

"Semoga 3-4 tahun ini ada peningkatan, kita berupaya mengejar ketertinggalan atlet muda agar bisa meniru jejak para seniornya," ujar Muwardi.

Pembinaan atlet wushu di DIY juga merupakan langkah untuk persiapan menghadapi ASIAN Games tahun 2018, dan berbagai kompetisi wushu tingkat nasional.

Selain itu, saat ini di Yogyakarta sedang diadakan penataran pelatih wushu dari 20 kota di seluruh Indonesia.

Menurut Muwardi, ini merupakan langkah untuk membina para pelatih wushu yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas melatih hingga tercapai prestasi yang ingin dicapai.

"Ada 4 pelatih asal China yang didatangakan langsung ke Yogyakarta, mereka langsung dari International Wushu Federation (IWUF)," ujar Muwardi.

Sementara itu Sekretaris Umum Wushu Pengprov DIY, Bambang Kartika berharap kepengurusan baru ini dapat meningkatkan prestasi atlet baik ditingkat regional, nasional, hingga level internasional.

"PON 2016 kita dapat 1 emas, 1 perak, 1 perunggu, semoga PON 2020 bisa kita pertahankan dan tingkatkan lagi," ujar Bambang sebelum acara pelantikan dimulai.

Sependapat dengan Muwardi, Bambang juga mengakui saat ini atlet wushu di Yogyakarta sedang mengalami regenerasi, sehingga dari segi prestasi mengalami penurunan.

"Rata-rata memang masih berusia dini, tapi kita selalu mengikutkan mereka di berbagai even hingga tingkat internasional," ujar Bambang.

"Atlet yang disiapkan untuk PON 2020 memang relatif masih muda, karena atlet senior juga ada yang bekerja, selesai sekolahnya, dan juga menikah senigga memang dibutuhkan regenerasi," tambah Bambang. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help