TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Kenali Katarak Kongenital pada Bayi

Munculnya pada tiap individu itu berbeda-beda, tergantung pada lingkungan, genetik, dan pola makan.

Kenali Katarak Kongenital pada Bayi
tribunjogja/noristera pawestri
Dokter Spesialis Mata RSA UGM dr Eva Revana SpM MSc 

Misalnya karena infeksi virus seperti rubela, kelainan metabolik, genetik, bahkan terkadang penyebab katarak kongenital muncul tanpa diketahui sebabnya.

Adapun ciri-ciri katarak kongenital pada bayi adalah ketika bayi baru lahir,  mungkin hanya bisa membedakan gelap dan terang saja.

Kemudian pada usia 3 bulan bayi bisa melihat gerakan yang memiliki bayangan namun tidak bisa melihat detailnya.

Karena memasuki usia 3 bulan, bayi sudah bisa memfiksasi objek dan mengikuti objek tersebut.

"Ketika bayi diberi stimulus, tetapi bayi itu dia tidak menoleh. Sehingga responnya lambat tidak seperti bayi pada umumnya," ujar Dokter Spesialis Mata RSA UGM dr Eva Revana SpM MSc, Selasa (14/11/2017).

Katarak pada bayi bisa sembuh melalui operasi.

Sehingga bayi yang terkena katarak lebih baik segera untuk dioperasi.

Karena kalau semakin lama menunda operasi, bayi tidak bisa mendapatkan rangsangan.

Karena penglihatan bayi itu gelap dan tidak bisa untuk menerima objek.

Sehingga kalau bayi terbiasa melihat dalam gelap dan kabur, yang ditakutkan nantinya memori yang di otak itu tidak bagus.

Karena bayi hanya merekan gelap dan kabur.

"Untuk mengembalikan penglihatan normal itu butuh waktu, jadi semakin cepat semakin baik." Imbuhnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help