TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Kampung dan Desa Wisata Didorong Tingkatkan Kunjungan Wisatawan di DIY

Melalui keunikan yang dimiliki tiap desa dan kampung wisata diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisatawan berkunjung ke Yogyakarta.

Kampung dan Desa Wisata Didorong Tingkatkan Kunjungan Wisatawan di DIY
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kekuatan dan potensi wisata DIY menjadi modal penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik dan mancanegara sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta dalam acara Pelatihan Manajemen Event Seni Budaya yang digelar di hotel Aya Artha, Selasa (14/11/2017).

Aris menuturkan, kekuatan dan potensi pariwisata DIY meliputi kekayaan keragaman daya tarik wisata baik berbasis budaya maupun alam.

Ketersediaan SDM Pariwisata dan kesiapan masyarakat yang memadai di bidang pariwisata, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai serta pendukung lainnya yang terkait dengan kepariwisataan.

Selain itu, kekuatan dan potensi pariwisata juga berasal dari kelembagaan yang memadai dari pemerintah, swasta, dunia pendidikan, media massa hingga masyarakat.

"Kebijakan atau regulasi yang mendukung terselenggaranya kepariwisataan dengan baik serta jejaring kerjasama kepariwisataan, baik secara internal dengan kabupaten dan kota di seluruh DIY dan eksternal dengan pihak-pihak luar," terang Aris.

Lanjut Aris, potensi wisata dari desa dan kampung wisata di DIY sangat besar.

Melalui keunikan yang dimiliki tiap desa dan kampung wisata diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisatawan berkunjung ke Yogyakarta.

Saat ini tercatat ada kurang lebih 114 desa dan kampung wisata di DIY.

Di Kabupaten Kulonprogo tercatat ada sepuluh desa wisata, di Kabupaten Bantul ada 33 desa wisata di Kabupaten Gunungkidul ada 18 desa wisata, di Kabupaten Sleman ada 36 desa wisata dan di Kota Yogyakarta ada 17 Kampung Wisata.

"Saat ini untuk desa dan Kampung Wisata yang tercatat ada sebagian yang sudah maju dan berkembang, namun ada juga yang masih embrio dan perlu dikembangkan. Kami berharap semua pihak bisa bersinergi agar perkembangan yang nantinya terwujud bisa memberikan kontribusi positif bagi semua pihak, khususnya masyarakat setempat," ujar Aris. 

Aris menambahkan, untuk mewujudkan identitas desa atau kampung wisata yang unik maka dibutuhkan banyak faktor, di antaranya, fasilitas pendukung, SDM, promosi serta inovasi.

"Ketika potensi keunikan ini digali maka bisa memberikan nilai strategis sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan," imbuh Aris. (*)

Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help