TribunJogja/
Home »

News

» Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Instruksikan Tutup Diskotek Diamond

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Diskotek Diamond di Jakarta Barat harus ditutup.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Instruksikan Tutup Diskotek Diamond
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022 Anies Baswedan 

TRIBUNJOGJA.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Diskotek Diamond di Jakarta Barat harus ditutup terkait dengan pelanggaran dalam penggunaan narkoba.

"Kemarin sore Kepala Satpol PP datang laporkan mengenai Diamond bagaimana tindak lanjut, di mana di situ pernah dilakukan penangkapan atas penggunaan narkoba. Lalu beliau tanyakan bagaimana langkah ke depan? Kita jalankan Perda nomor 6 itu (Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan)," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (14/11/2017).

Anies ingin penindakan terhadap tempat hiburan malam yang jadi lokasi penyalahgunaan narkoba benar-benar tegas. Karena itu Diskotek Diamond tidak bisa lagi membuka usaha sejenis.

"Kami ingin agar serius dalam cegah narkoba, tidak ada tutup buka tutup buka. Begitu di situ ditemukan narkoba, maka tempat itu tidak bisa beroperasi," kata Anies.

Anies mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membutuhkan kerjasama semua pihak untuk memerangi narkoba. Dia pun membuka data mengenai penggunaan narkoba di Jakarta. Menurut dia, ada 500.000 orang pengguna narkoba di Jakarta.

Diskotek Diamond yang terletak di Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (15/9/2017)
Diskotek Diamond yang terletak di Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (15/9/2017) (Kompas.com | Sherly Puspita)

Masih menurut Anies, KPAI pernah merilis data bahwa dalam waktu tiga tahun terakhir, pengedar narkoba anak meningkat 300 persen. Peningkatan terbesar terjadi pada lulusan universitas, yaitu 400 persen. Dia meminta semua pihak, termasuk para pengusaha hiburan malam, ikut memerangi narkoba.

"Kami meminta pada semua tempat apalagi yang beroperasi di malam hari, jangan biarkan lokasi itu jadi tempat peredaran narkoba," ujar Anies.

Diskotek Diamond disegel setelah mencuatnya kasus penangkapan politisi Partai Golkar, Indra J Piliang, bersama dua rekannya, bulan lalu. Indra dan kedua rekannya dinyatakan positif menggunakan sabu berdasarkan hasil tes urine.

Baca: Ini Sepak Terjang Indra J Piliang Sejak Lulus Kuliah, Jadi Politisi Hingga Ditangkap Polisi

Ketika itu, Pemprov DKI Jakarta belum menutup permanen Diamond dan hanya melakukan penyegelan. Alasannya menunggu hasil penyelidikan polisi terkait kasus tersebut karena tidak ada barang bukti sabu atau narkoba jenis lainnya saat Indra dan dua rekannya ditangkap di Diskotek Diamond.

Saat penangkapan, polisi hanya menemukan alat isap sabu, plastik, dan korek yang diduga merupakan alat penggunaan sabu.

Berdasarkan aturan, tempat hiburan malam akan ditutup permanen jika ditemukan narkoba di dalamnya sebanyak dua kali. Sebelum kasus Indra J Piliang, narkoba pernah ditemukan satu kali di diskotek itu.

Saat ini, surat penyelidikan Polda Metro Jaya sudah keluar. Hasilnya ada penggunaan narkoba di dalam diskotek itu tetapi narkoba bukan berasal dari dalam diskotek melainkan dari luar. (*)

Editor: iwe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help