TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Dua Pengedar Tembakau Gorilla Dibekuk Sat Narkoba Polres Sleman, Ini Motifnya

Dua pengedar Tembakau Gorilla dibekuk oleh Sat Narkoba Polres Sleman. Penangkapan keduanya dilakukan di hari yang sama.

Dua Pengedar Tembakau Gorilla Dibekuk Sat Narkoba Polres Sleman, Ini Motifnya
tribunjogja/tantowi alwi
Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Tony Priyanto didampingi oleh Kanit 1 Satnarkoba Polres Sleman Ipda Galan Adid Darmawan menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers, Selasa (14/11/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dua pengedar Tembakau Gorilla dibekuk oleh Sat Narkoba Polres Sleman.

Penangkapan keduanya dilakukan di hari yang sama yaitu pada Selasa (7/11/2017).

Kedua tersangka yakni RF alias Nando (21) dan FDM (21).

Informasi ini disampaikan saat gelar konferensi pers hasil ungkap kasus pidana penyalahgunaan narkotika di sekitar Lobi Polres Sleman, Selasa (14/11/2017) pagi, yang dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Sleman, AKP Tony Priyanto.

Untuk tersangka RF, penangkapan dilakukan sekira pukul 15.00 WIB di Gedong Tengen, Yogyakarta, sedangkan untuk tersangka FDM, penangkapan dilakukan sekira pukul 14.30 WIB di depan Indomaret Bugisan, Mantrijeron, Yogyakarta.

Modus kedua pelaku yaitu membeli, memiliki, menyimpan, menguasai atau menjadi perantara dalam jual beli dan menggunakannya.

Motif tersangka RF yakni pelaku memperjual belikan narkotika jenis sabu yang keuntungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan motif tersangka FDM yakni pelaku sebagai pemakai narkotika dan memperjual belikan Tembakau Gorilla keuntungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tersangka RF berupa satu bekas bungkus rokok warna hitam yang berisi 14 linting Tembakau Gorilla dan satu paket tembakau gorilla yang dibungkus dengan plastik warna hitam, serta satu buah kotak plastik warna oranye yang di dalamnya berisi tembakau gorilla dan satu buah handphone.

Sedangkan barang bukti yang diamankan dari tersangka FDM berupa satu bungkus bekas rokok yang berisi dua linting Tembakau Gorilla dan satu paket tembakau gorilla, serta satu bungkus bekas rokok yang berisi lima linting Tembakau Gorilla.

Atas perbuatannya, baik RF dan FDM melanggar pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1a) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dengan ancaman hukuman pasal 114 ayat (1): seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan denda Rp 1 Miliar dan paling banyak Rp 10 Miliar.

Serta pasal 112 ayat (1): paling lama 12 tahun dan paling singkat 4 tahun, denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak denda Rp 8 Miliar. (*)

Penulis: Tantowi Alwi
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help