TribunJogja/

Delapan Pasar di Gunungkidul Telah Rampung Direvitalisasi

Ada dua pasar yang masih belum selesai yaitu Pasar Ngawen dan Pasar Argosari.

Delapan Pasar di Gunungkidul Telah Rampung Direvitalisasi
Tribun Jogja
Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Revitalisasi 10 pasar tradisional dengan harapan untuk mendongkrak roda perekonomian masyarakat, dan meningkatkan persaingan pasar tradisional di era modern sebagiannya telah mulai rampung.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Ari Setiawan mengatakan terdapat delapan pasar yang sudah selesai dilakukan revitalisasi.

"Kedelapan pasar tersebut adalah Pasar Jimbaran, Pasar Baran, Pasar Ngrancak, Pasar Siyonoharjo, Pasar Nglipar, Pasar Trowono, Pasar Playen, dan Pasar Metel," ungkapnya, Selasa (14/11).

Ada dua pasar yang masih belum selesai yaitu Pasar Ngawen dan Pasar Argosari.

Pengerjaan untuk Pasar Ngawen sebenarnya sudah selesai sesuai dengan rencana awal.

Baca: Cuma Pakai Daster, Sarwendah Beli Jajanan Pasar Sama Anaknya

"Hanya saja karena masih ada anggaran sisa proyek maka pengerjaannya ditambah untuk memaksimalkan revitalisasi," jelas Ari.

Sedangkan untuk Pasar Argosari, proses revitalisasi sudah memasuki tahap akhir, hanya tinggal pembangunan jalur lift yang masih dalam proses. 

Dana untuk pembangunan jalur lift baru didapat tahun ini, dan pengadaan liftnya direncanakan tahun depan.

Lanjutnya lagi, tahun depan target utama memang fokus untuk melanjutkan revitalisasi Pasar Argosari.

Selain pembelian lift juga akan dilakukan revitalisasi di bangunan lantai dua.

Estimasi dana yang dibutuhkan untuk revitalisasi pasar terbesar di Gunungkidul itu sekitar Rp 4,5 miliar.

Sementara itu, Lurah Pasar Argosari, Joko Santoso sebelumnya mengatakan, sejak dilakukan renovasi besar-besaran pada 2004 lalu memang belum ada renovasi lagi.

Terlebih adanya dua tangga khusus untuk para difabel dinilai kurang efektif sehingga perlu benahi.

“Selama ini memang tangga khusus difabel tidak berfungsi secara efektif. Saya tidak pernah melihat tangga tersebut dimanfaatkan. Selain karena terlalu curam, tangga itu juga menganggu wajah Pasar Argosari menjadi tidak bersih,” ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: trs
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help