TribunJogja/

Atlet Wushu Cantik Asal DIY Ini Ingin Samai Prestasi Seniornya

Sebelum menekuni wushu seperti sekarang ini, sejak play group Angela terlebih dulu menggeluti balet hingga kelas 3 SD.

Atlet Wushu Cantik Asal DIY Ini Ingin Samai Prestasi Seniornya
tribunjogja/hanif suryo nugroho
Angela Louise Redentiya 

Menurut Angela, menjadi atlet bukan sekadar berlatih saja. Namun ada perjuangan dibalik rasa bangga ketika ia memengkan suatu kompetisi.

"Dilihat orang itu wah gitu lho. Padahal nggak sekedar latihan, bahkan sampai tertekan, nangis, capek yang bener-bener capek, dan mengorbankan pendidikan juga," ujar Angela.

Angela mengatakan, ia bahkan seringkali meninggalkan sekolah karena harus berlatih wushu untuk mempersiapkan berbagai kejuaraan.

Sebagai gambaran, tiap kali akan menghadapi kejuaraan yang bergengsi, latihan yang harus dilakoni adalah pagi dan sore. Bahkan tak jarang ia harus pulang hingga malam dan setelah itu baru dapat belajar.

"Ya pengorbanan, cedera terus, ya angkle, lutut, pergelangan, juga pinggang bagian bekang," ujar Angela menceritakan resikonya sebagai atlet wushu.

Kini keputusannya untuk menekuni wushu tak sia-sia, bahkan ia semakin terlecut untuk menambah torehan prestasinya di usia yang masih 17 tahun.

Prestasi yang terakhir diraihnya antara lain memperoleh emas di Kejurnas Wushu, menyumbang emas bagi DIY pada ajang PON 2016, perunggu pada Pra Pon Jawa Barat, dan perunggu pada ajang Kejurnas di Medan 2014 silam.

Deretan prestasi di usianya kini tak membuat Angela berpuas diri, ia mengungkapkan masih banyak target yang ingin ia raih.

"Target saya  sih masih banyak. Ingin menyamai prestasi senior seperti Kak Ivana dan Kak Niza yang bisa menyumbang prestasi bagi Indonesia di ajang Sea Games dan Asian Games," ungkap Angela. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help