TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Tak Puas dengan Hasil Seleksi, 4 Calon Panwascam Datangi Panwaslu Sleman

Mereka menuntut transparansi dalam hasil seleksi tersebut, terutama tes wawancara yang melibatkan tiga komisioner Panwaslu.

Tak Puas dengan Hasil Seleksi, 4 Calon Panwascam Datangi Panwaslu Sleman
TRIBUNJOGJA.COM / Panji Purnandaru
Empat orang calon panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dari Kecamatan Turi, Kecamatan Pakem, Kecamatan Tempel, dan Kecamatan Moyudan mendatangi kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman, Senin (13/11). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak empat orang calon panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dari Kecamatan Turi, Kecamatan Pakem, Kecamatan Tempel, dan Kecamatan Moyudan mendatangi kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman, Senin (13/11/2017).

Kedatangan empat calon Panwascam disebabkan karena ketidakpuasan mereka dengan hasil seleksi Panwascam.

Mereka menuntut transparansi dalam hasil seleksi tersebut, terutama tes wawancara yang melibatkan tiga komisioner Panwaslu.

Suharno (73), calon Panwascam Turi menjelaskan pihaknya menanyakan aspek-aspek penilaian dalam seleksi Panwascam tidak jelas.

Padahal Suharno beranggapan bahwa dirinya sudah memenuhi kriteria sebagai Panwascam.

Baca: Panwascam Perlu Diisi Individu Berintegritas

"Saya sudah sejak pertama kali Pemilu digelar menjadi Panwascam," terangnya.

Lanjutnya, dalam seleksi tersebut seharusnya menerapkan kolektif kolegial, namun ternyata justru hanya satu komisioner yang berperan meloloskan yaitu bagian SDM.

"Sabtu pagi saya buka tidak ada nama saya. Kolektif kolegia, kenyataannya hanya satu orang komisiener yang berperan," sebutnya.

"Orang-orang panwas yang banyak pengalaman dan berintergrasi malah ditendang," keluhnya.

Sementara itu, Eka Indarta (47) calon Panwascam Moyudan menjelaskan selain menanyakan tranparasi penilaian, ia juga ingin mengklarifikasi dengan Panwaslu bahwa salah satu syarat menjadi Panwascam adalah bekerja penuh waktu.

Namun yang terjadi justru yang lolos menjadi Panwascam Moyudan tidak tinggal di Moyudan.

"Ada salah satu yang tidak tinggal di Moyudan. Tidak puas dengan hasil penilaian yang kurang jelas. Antar komisioner tidak sinkron," ujar mantan Ketua Panwascam Moyudan tersebut. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: app
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help