TribunJogja/

Ratusan Miliar Rupiah Dana Ganti Rugi Lahan Bandara Mengendap di PN Wates

Masih ada sejumlah warga pemilik tanah yang belum mengambil dananya di pengadilan meski sudah dilakukan pemanggilan sidang.

Ratusan Miliar Rupiah Dana Ganti Rugi Lahan Bandara Mengendap di PN Wates
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Alat berat tengah melakukan perataan lahan untuk pembangunan bandara di wilayah Temon. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Dana ratusan miliar rupiah untuk pembayaran ganti rugi lahan pembangunan bandara melalui jalur konsinyasi hingga kini masih ngendon di Pengadilan Negeri (PN) Wates.

Masih ada sejumlah warga pemilik tanah yang belum mengambil dananya di pengadilan meski sudah dilakukan pemanggilan sidang.

PN Wates mencatat jumlah uang yang dititipkan PT Angkasa Pura I untuk proses pembebasan lahan melalui jalur konsinyasi itu mencapai Rp854.650.393.000 yakni nilai ganti rugi tanah ditambah biaya proses kondinyasi di pengadilan.

Hingga akhir Oktober 2017, tercatat jumlah uang yang sudah dicairkan kepada warga terdampak mencapai Rp67.817.449.520 sehingga sisa saldo dana yang ada per 31 Oktober mencapai Rp789,137 miliar.

"Sebagian besar tanahnya masih dalam proses penyelesaian perkara, terutama untuk Paku Alam Ground (PAG) yang nilainya mencapai Rp701,512 miliar. Perkaranya ditangani di PN Kota Yogya dan kalau sudah ada putusan tetap baru bisa dicairkan dananya," kata Humas PN Wates, Nur Kholida Dwiwati, Senin (13/11/2017).

Disebutkan, pihaknya saat ini menangani 250 perkara terdaftar atas proses konsinyasi pembayaran ganti rugi tersebut.

Baca: AP I Targetkan Konsinyasi Lahan Bandara Rampung Teregister Akhir November

Satu perkara bisa mencakup satu atau lebih bidang tanah terdampak.

Hingga pertengahan November 2017 ada 168 perkara yang diputus rampung persidangannya oleh hakim, 11 perkra dalam tahap penetapan sidang, tahap penawaran 51 perkara, dan pencairan 68 perkara.

Adapun 31 perkara di antaranya dicabut oleh PT AP I atas kehendak sendiri karena beberapa pertimbangan.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help