TribunJogja/

Produksi Perikanan Tangkap Nelayan Kulonprogo Masih Minim

Hal ini sedikit banyak dipengaruhi tinggi gelombang laut yang menyebabkan nelayan enggan melaut.

Produksi Perikanan Tangkap Nelayan Kulonprogo Masih Minim
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Ilustrasi nelayan 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Angka produksi perikanan tangkap di Kulonprogo masih relatif minim.

Hal ini sedikit banyak dipengaruhi tinggi gelombang laut yang menyebabkan nelayan enggan melaut.

Pemerintah Kabupaten Kulonprogo sendiri menarget produksi ikan tangkap pada tahun ini sebanyak 1.500 ton.

Namun, hingga November ini, hasil produksinya tertahan di angka 962 ton.

"Pada Januari hingga September kemarin gelombang laut cenderung meninggi karena pengaruh iklim. Nelayan jadi enggan turun ke laut kalau kondisi gelombang meninggi," jelas Kepala DInas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Sudarna, Senin (13/11/2017).

Pada kondisi laut macam itu, para nelayan yang juga petani itu cenderung memilih untuk beraktivitas di daratan dengan menanam melon, cabai, semangka, maupun budidaya udang.

Baca: Muntahan Paus Bisa Datangkan Miliaran Uang seperti Nelayan di Bengkulu, Ini 5 Faktanya

Mereka baru akan melaut kembali setelah cuaca membaik dan peluang mendapatkan tangkapan semakin tinggi.

Meski begitu, kata Sudarna, pihaknya optimistis target produksi perikanan tangkap tahun ini bisa terpenuhi.

Belakangan ini, hasil tangkapan nelayan didominasi bawal putih berukuran 500 gram maupun lobster bebrobot sama.

Satu kapal nelayan bisa menangkap lebih dari 10 kilogram ikan sehari.

"Produksi perikanan tangkap kami perkirakan mulai tinggi pada Oktober 2017 sampai Februari 2018 nanti," kata Sudarna.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help